Total Anggaran Rp300 miliar, Pemkab Asmat Papua akan Resmikan RSUD Agats
JUBI.CO.ID | 29/09/2022 08:50
Total Anggaran Rp300 miliar, Pemkab Asmat Papua akan Resmikan RSUD Agats

Merauke, Jubi – Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua bakal meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats yang baru pada bulan Oktober 2022.

Pembangunan fisik dan penyediaan fasilitas serta sarana prasarana pada rumah sakit tersebut saat ini telah mencapai 90 persen.

Bupati Asmat, Elisa Kambu kepada Jubi di Agats, Selasa (27/9/2022), menyatakan rumah sakit baru tersebut dibangun di atas lahan seluas 10 hektar.

Pembangunan dilaksanakan secara bertahap sejak 2016. Rumah sakit tipe D tersebut dibangun dengan konstruksi beton, dan rencananya diresmikan pada Oktober 2022.

“Kita sudah siap untuk meresmikan RSUD yang baru, sekarang ini lagi pembenahan. Kita masih butuh waktu lagi kurang lebih empat minggu ke depan untuk peresmian. Targetnya Oktober, kalau tertunda sedikit mungkin November. Yang pasti tahun ini sudah operasional rumah sakit ini,” kata Kambu usai meninjau bangunan RSUD Agats yang baru.

Bupati Kambu menyebut pembangunan rumah sakit baru Agats telah menelan anggaran hampir Rp300 miliar. Dana pembangunan bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Asmat, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) baik yang bersumber dari pemerintah provinsi maupun pusat.

“Memang mahal, kalau diakumulasi anggaran hampir Rp300 miliar. Kita akumulasi dari pembangunan, baik perumahan untuk pegawai dan fasilitas disediakan. Proyek mercusuar kedua setelah Bandara Ewer itu rumah sakit ini,” katanya.

“Itu karena tuntutan, bukan karena keinginan (anggaran tinggi). Kehadiran rumah sakit yang lebih representatif ini untuk mengefektifkan pelayanan dan juga bisa memberikan rasa nyaman kepada pasien,” sambung Kambu.

Ia menjelaskan, rumah sakit umum yang lama merupakan bekas Puskesmas Agats (sewaktu belum dimekarkan dari Kabupaten Merauke). Bangunan rumah sakit yang lama sudah tidak layak. Selain itu, minimnya fasilitas pada rumah sakit lama tersebut menyebabkan banyak pasien yang dirujuk ke luar Asmat.

“Kami cukup repot untuk merujuk pasien ke luar. Pasien dirujuk seperti ke Timika, Merauke, Jayapura bahkan di luar papua itu biayanya cukup besar. Kita harapkan bahwa dengan rumah sakit yang representatif, kita tidak lagi merujuk ke luar,” tuturnya.

Kambu menambahkan, rumah sakit baru tersebut merupakan salah satu bangunan yang dibangun dengan konstruksi beton. Ke depan, pemerintah daerah setempat akan membangun fasilitas lainnya seperti kantor bupati dengan konstruksi beton, sehingga lebih kuat dan tahan lama.

“Kebijakan kita membangun dengan konstruksi beton ini untuk mengurangi penggunaan kayu. Selama ini kita menggunakan kayu dari hutan untuk pembangunan. Agar hutan kembali terjaga, kita ubah konstruksi bangunan. Ini akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran,” tutupnya.

 

**


BERITA TERKAIT