PGRI Jayapura Sebut Banyak Orangtua Murid Menolak Anaknya Divaksinasi
JUBI.CO.ID | 01/08/2021 19:34
PGRI Jayapura Sebut Banyak Orangtua Murid Menolak Anaknya Divaksinasi
Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

Sentani, Jubi – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin mengatakan banyak orangtua murid menolak anaknya divaksinasi COVID-19. Informasi itu didapatkan setelah PGRI Kabupaten Jayapura melakukan konfirmasi secara acak kepada sejumlah kepala sekolah.

Fitowin menyatakan pihaknya melakukan konfirmasi acak kepada para kepala sekolah untuk menanyakan masalah vaksinasi bagi murid sekolah berusia 12 – 17 tahun. Menurutnya, vaksinasi bagi anak tidak berjalan baik, karena sebagian besar orangtua murid menolak anaknya divaksinasi.

“Alasan orangtua agar anaknya tidak divaksin sangat jelas. Karena ada publikasi media sosial terkait pelaksanaan vaksinasi yang berujung kepada kematian,” ujar Fitowin saat dihubungi Jubi melalui layanan pesan WhatsApp pada Sabtu (31/7/2021).

Fitowin menuturkan pihaknya terus melakukan sosialisasi vaksinasi COVID-19 di berbagai sekolah di Kabupaten Jayapura, Papua. Dalam sejumlah sosialisasi, ada orangtua murid menunjukkan foto orang tua yang duduk diatas kursi roda dalam kondisi tak bernyawa, dan dinyatakan meninggal karena mengikuti vaksinasi COVID-19 Bandara Internasional Theys Hiyo Eluay di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

Fitowin akhirnya menelusuri kebenaran foto itu. “Setelah saya konfirmasi langsung kepada pihak Bandara Internasional Sentani, ternyata foto dan informasi itu hoaks,” kata Fitowin.

Ia menyatakan informasi hoaks seputar COVID-19 dan vaksinasi COVID-19 banyak beredar di media sosial, dan orangtua murid di Kabupaten Jayapura cenderung mempercayai informasi hoaks tersebut. Ia meminta pemerintah lebih gencar menyosialisasikan manfaat dan risiko vaksinasi COVID-19.

“Saran saya, Humas atau Tim Satuan Tugas COVID-19 lebih gencar dalam melaksanakan sosialisasi ke tengah masyarakat, termasuk menekan informasi dan berita hoaks yang beredar di media sosial. Memang itu tugas dan tanggung jawab bersama, agar masyarakat kita tidak tinggal dalam rasa was-was dan ketakutan, ” kata Fitowin.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie selaku Juru Bicara Satuan Tugas COVID-19 menyatakan pihaknya terus menyosialisasikan masalah pandemi COVID-19 dan vaksinasi, termasuk kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh gereja. Ia menyatakan dalam sosialisasi itu timnya juga menerangkan prosedur tetap vaksinasi COVID-19.

“Setiap warga yang mengikuti vaksinasi akan diperiksa dulu kesehatanya. Jika ada penyakit bawaan [tertentu], maka yang bersangkutan tidak divaksinasi. Vaksinasi untuk warga wilayah perkotaan [sudah diikuti] sebagian besar warga. Sekarang kami fokus [menyelenggarakan vaksinasi] di kampung,” kata Khairul.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT