Wali Kota Jayapura: Dana Hibah Jangan untuk Mabuk-mabukan
JUBI.CO.ID | 18/07/2021 17:41
Wali Kota Jayapura: Dana Hibah Jangan untuk Mabuk-mabukan
Warga melakukan tarian kolosal dalam Pembukaan Festival Danau Sentani ke-9 di Kampung Wisata Khalkhote, Sentani Timur, Papua, 20 Juni 2016. Festival wisata berbasis kebudayaan tersebut diikuti warga dari 24 kampung di sekitar Danau Sentani. ANTARA/Rosa Panggabean

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua, menggelontorkan dana hibah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah untuk membantu pengembagan seni dan budaya.

“Jumlah anggarannya Rp 500 juta. Tidak terlalu banyak, karena sedang refocusing dan realokasi anggaran,” ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, usai penyerahan di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (16/7/2021).

Tomi Mano yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Tanah Papua Wilayah Budaya Tabi Kota Jayapura, mengaku pengembangan seni dan budaya khas Port Numbay (Kota Jayapura) sangat penting supaya tetap ada.

“Itu niat saya dan menjadi kebangaan bagi negeri ini walaupun kita sudah pergi (meninggal) tapi seni dan budaya kita tetap ada,” ujar Tomi Mano.

Dikatakan Tomi Mano, seni dan budaya di kampung-kampung harus tetap dipertahankan, dilestarikan, dijaga, dan dikembangkan sebagai khasanah budaya nasional.

“Tujuan saya mempertahankan kampung dalam kota agar seni dan budaya kita tidak hilang, seperti tarian, makanan khas, ukiran, dan marga tidak hilang dengan globalisisi saat ini,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano berharap dana yang sudah diberikan dapat dipergunakan sebaik-baiknya terutama sebagai dana operasional kelembagaan Dewan Kesenian Tanah Papua wilayah budaya Tabi Kota Jayapura

“Saya ingin menjaga, memeliharan, dan melestarikan budaya Tabi agar terpelihara dengan baik karena seni dan budaya berkaitan dengan leluhur kita. Saya harap dana ini bukan untuk foya-foya dan mabuk-mabukan,” ujar Tomi Mano.

Tomi Mano menambahkan mekanisme penggunaan dana diatur dan menetapkan program kerja strategis untuk peningkatan seni dan budaya.

“Dana dipertanggung jawabkan sesuai program dan kegiatan. Program pertama adalah pendataan, karena data sangat penting sehinngga bisa mengambil kebijakan pada program kerja kita,” ujar Tomi Mano.

Sekretaris Dewan Kesenian Tanah Papua Wilayah Budaya Tabi Kota Jayapura, Djong H.W. Makanuay, mengatakan dana operasional tersebut diberikan kepada empat komisi teknik (kria dan kuliner, suara dan musik, tari, sastra dan teater), dua bidang, dan satu sekretariat.

“Dana ini sangat berarti bagi kemajuan seni dan budaya wilayah Tabi Kota Jayapura. Saya berharap agar digunakan sebaik-baiknya demi kemajuan seni dan budaya,” ujar Makanuay.

jubi.co.id


BERITA TERKAIT