Cara Masak Ikan Presto dengan Belanga ala Orang Sentani
JUBI.CO.ID | 14/09/2019 08:30
Cara Masak Ikan Presto dengan Belanga ala Orang Sentani
Charles Toto saat menyerahkan garpu kayu (hiloi-bahasa Sentani) kepada Ketua BNPB, Doni Monardo – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Pendiri Papua Jungle Chef, Charles Toto, mengatakan masyarakat Papua jangan malu menyampaikan hasil kearifan lokal baik dalam bentuk bahan baku maupun pangan siap saji kepada orang-orang di luar Papua.

Menurutnya, masakan tradisional milik masyarakat Papua masih dijaga hingga saat ini, bahkan masih ada masyarakat yang memasak dengan menggunakan cara dan metode yang lama.

BACA: Pemerintah Pusat tak boleh anggap remeh eksodus mahasiswa Papua

“Misalnya cara masak ikan gabus dengan menggunakan belanga asli oleh orang Sentani, waktu memasaknya bisa memakan waktu hingga delapan jam. Hasilnya, ikan dapat dimakan dari daging hingga tulang-tulannya. Metode seperti ini tidak dimiliki di daerah lain dan harus dijaga dan dilakukan oleh masyarakat kita,” jelas CaTo sapaan akrabnya saat ditemui di Sentani, Selasa 10 September 2019.

Metode masak seperti ini, kata CaTo, memang dianggap kampungan oleh masyarakat moderen seperti saat ini. Tetapi dari metode masak yang diperagakan oleh mama-mama dari Sentani dengan menggunakan belanga asli, memiliki nilai tersendiri. Baik secara kultur budaya, tetapi juga dari sisi kesehatan mayarakat akan terjamin. Karena dalam proses memasak, ikan tidak diberi bumbu yang banyak seperti layaknya ikan kuah kuning dan sebagainya.

“Indonesia saat ini membutuhkan gastro diplomasi, artinya potensi dan kearifan lokal milik kita harus disampaikan keluar Indonesia. Agar dunia luar juga tahu kekuatan pangan lokal kita,” ujarnya.

Dikatakan, pada Festival Makan Papeda Gratis di Kampung Abar Distrik Ebungfauw, yang setiap tahun dilaksanakan pada akhir bulan September, pihaknya akan mendemonstrasikan cara mengolah berbagai pangan lokal, salah satunya ikan Gabus Sentani yang dimasak pada belanga asli.

“Pangan lokal kita cukup banyak yang belum terekspos keluar. Waktu pertemuan tukang masak sedunia di Turin Itali, saya menjelaskan dan mendemostrasikan berbagai masakan dan pangan lokal kita dan itu mendapat apresiasi oleh negara-negara yang datang berkunjung dalam pertemuan tersebut,” ungkapnya.

BACA: Filep Karma: Saya dukung mahasiswa pulang ke Papua

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pihaknya melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura sudah memproduksikan berbagai produk makanan dari pangan lokal seperti ubi, sagu, ikan, sayur-mayur yang dibuat dalam bentuk kemasan dan siap saji.

“Separti aneka kue sagu, pizza dari bahan ubi, tepung sagu dalam kemasan yang siap dibuat papeda, kue, es cendol, dan masih banyak lagi. Hal ini dilakukan agar masyarakat tetap terbiasa dan mencintai pangan lokal, hanya cara dan kemasannya yang dibuat berbeda,” pungkasnya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT