Rawat Dua Orang Tercinta, Ini Dampak Emosional yang buat Denada
TEMPO.CO | 22/09/2018 10:52
Denada dan anaknya, Shakira.
Denada dan anaknya, Shakira.

TEMPO.CO, Jakarta - Denada sekali lagi menghadapi ujian besar di rumah sakit. Selain mendampingi Shakira, putrinya yang sedang melakukan perawatan kemoterapi dalam perjuangannya melawan leukemia, Denada juga menemani ibunya, Emilia Contessa, yang baru saja menjalani operasi mata.

Sebagai seorang ibu dan anak, merawat dua orang terdekat yang sedang sakit bukanlah suatu hal yang mudah. Walaupun menghadapi ujian yang besar, Denada tetap menunjukkan semangat yang positif.

Baca juga:
Rawat Anak dan Ibu di Rumah Sakit, Denada Tetap Bersyukur
Pengobatan Paliatif Juga Bisa untuk Leukemia seperti Anak Denada
Sebagai Ibu, Denada Terus Menguatkan Hati Putrinya yang Leukimia
Biaya Pengobatan Leukimia Tidak Murah, Ini Kata Ibunda Denada

“Alhamdulillah, Mama operasinya lancar, Shakira kemonya lancar. Alhamdulillah, aku bisa ada mendampingi 2 orang terpenting di hidupku,” tulis Denada di Instagram, Kamis, 20 September 2018.

Namun, sebagai seorang perawat kerabat atau caregiver, Denada juga bisa mendapatkan tekanan psikis, terutama karena sekarang dua orang terpenting dalam hidupnya sedang sakit. Banyak perasaan muncul ketika merawat seseorang hari demi hari.

Dilansir dari Caregiver, banyak perawat yang mengatakan, “Ini tidak akan terjadi pada saya. Saya menyayangi ibu, ayah, suami, istri, saudara perempuan, saudara laki-laki, teman, anak, dll.”

Caregiver sering enggan mengungkapkan perasaan negatif ini karena takut mereka akan dihakimi oleh orang lain atau tidak ingin membebani orang lain dengan masalah mereka. Banyak caregiver memutuskan untuk mengubur perasaan mereka, terutama yang negatif.

Namun, jika seorang caregiver tidak menghadapi emosi dan perasaan yang dirasakan, perasaan tersebut akan menginginkan perhatian Anda sebagai seorang caregiver yang selalu memberikan perhatian ke orang lain.

Tidak memperhatikan perasaan diri sendiri dapat menyebabkan kurang tidur, penyakit, stres, rasa cemas, dan masih banyak lagi. Sebagai seorang perawat, Anda mengakui perasaan tersebut, kemudian dapat menemukan cara-cara produktif untuk mengekspresikan perasaan dan menghadapinya.

Apapun situasinya, penting untuk diingat seorang perawat, juga penting. Semua emosi, baik dan buruk, yang dirasakan selama menjadi seorang perawat itu valid dan penting.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT