Lemak Keju dan Susu Tidak Sebabkan Masalah Jantung
TEMPO.CO | 09/09/2018 16:30
Ilustrasi keju. Shutterstock
Ilustrasi keju. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta -Apakah Anda penyuka keju? Ada kabar baik, sebuah penelitian yang dipublikasi The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan lemak jenuh dalam produk seperti susu dan keju tidak akan membuat Anda lebih rentan untuk menderita masalah jantung di masa mendatang.

Baca: Mau Sehat? Cek Dulu Kandungan Gula pada Makanan yang Dikonsumsi

Untuk sampai pada temuan ini, peneliti melibatkan 2.907 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan meneliti mereka selama 22 tahun. Pada awal studi, tidak ada partisipan yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

Para peneliti mempelajari konsentrasi asam lemak dalam plasma orang -orang ini. Kemudian mempelajarinya lagi setelah enam tahun dan 13 tahun berikutnya. Sebanyak 2.428 orang tercatat meninggal pada akhir penelitian. Dari jumlah itu, ada 833 orang yang meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Peneliti menyimpulkan mereka yang tingkat asam lemaknya tercatat lebih tinggi, memiliki risiko lebih rendah mengalami kematian akibat stroke. Penulis utama studi itu, Marcia Otto, mengatakan temuan timnya tidak hanya mendukung tetapi juga memperkuat bukti yang menunjukkan bahwa lemak susu tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian pada orang dewasa yang lebih tua. "Bukti ini bertentangan dengan kepercayaan populer," kata Marcia yang dilansir Independent dan Indian Express.

Baca: Waspada, Varises Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Marcia menambahkan selain lemak keju dan susu tidak berkontribusi pada kematian akibat jantung, temuan studi juga menunjukkan bahwa satu asam lemak dalam susu menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuilar, terutama stroke.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT