Hindari Cemburu Pasangan, Ini Cara Berteman dengan Lawan Jenis
TEMPO.CO | 09/09/2018 10:10
Ilustrasi cinta semu. shutterstock.com
Ilustrasi cinta semu. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Dapatkah pria atau wanita yang sudah menikah menjalin pertemanan dengan lawan jenis? Zach Brittle, konselor kesehatan mental dan terapis pasangan dari lembaga konsultan hubungan antar pasangan Institut Gottman, Seattle, Amerika Serikat mengatakan, pernikahan memang akan lebih nyaman dan harmonis, ketika masing-masing suami istri berteman dengan sesama jenis.

Baca: Sedih karena Pasangan Masih Memikirkan Mantan, Cek Indikasinya

Pertemanan atau persahabatan dengan lawan jenis dapat memicu kecemburuan, khususnya ketika pasangan kita punya kedekatan fisik cukup kuat dengan teman lawan jenis. Akan tetapi tidak baik juga bagi kita untuk membatasi pertemanan pasangan. Apalagi kalau terkait urusan pekerjaan.

Menikah juga bukan berarti berhenti menjalin pertemanan. Agar pertemanan dengan lawan jenis tetap berjalan tanpa kemungkinan merusak pernikahan, ada etikanya sebagaimana berikut ini.

1. Perkenalkan teman lawan jenis kepada pasangan.
Perkenalkan dan pertemukanlah teman lawan jenis Anda dengan pasangan untuk menjaga perasaannya dan menumbuhkan rasa percayanya. Kalau memang hanya berteman, rasanya tidak ada alasan untuk menutup-nutupi teman Anda dari pasangan. Biarkan mereka berbincang-bincang, mengetahui satu sama lain. “Setidaknya ini membuat pasangan lebih nyaman dan menghindari kemungkinan terjadi kesalahpahaman di kemudian hari,” ungkap Zach.

2. Pastikan pasangan mengetahui pertemuan Anda dengan teman lawan jenis.
Pastikan Anda memberi tahu pasangan setiap kali akan bertemu dengan teman lawan jenis. Juga pastikan, sebisa mungkin, tidak melakuan pertemuan berdua saja. “Pastinya beberapa pasangan akan merasa tidak nyaman bila suami atau istri mereka makan malam berdua dengan teman lawan jenis. Bahkan bagi saya, ini agak berlebihan. Apalagi di luar kepentingan bisnis. Hal-hal seperti ini harus dikomunikasikan dengan pasangan Anda terlebih dahulu, sebelum dan sesudah pertemuan,” kata Zach.

Boleh saja makan malam bersama di luar urusan bisnis, tapi ajak atau libatkan pasangan dalam pertemuan itu. Pertemanan atau persahabatan bisa saja berkembang menjadi hasrat lebih mendalam melalui intensitas pertemuan yang intim.

Baca: Jangan Terjebak pada Hubungan Tanpa Status, Cek 4 Ciri Ini

Selain cara di atas, ada dua etika lagi yan perlu diperhatikan agar pasangan tidak cemburu saat Anda berteman dengan lawan jenis. 


<!--more-->

3. Hindari pembicaraan bersifat personal
Bila pertemanan Anda berbasis bisnis, pastikan tidak melenceng dari jalur profesional. Caranya, jangan terlalu banyak membawa kisah-kisah pribadi dalam hubungan Anda dengan teman lawan jenis.

Baca: Tak Perlu Emosi bila Pasangan Manja, Hadapi dengan 4 Cara Ini

Berkomunikasilah sebatas urusan pekerjaan. Dalam bukunya, Not “Just Friends”: Rebuilding Trust and Recovering Your Sanity after Infidelity, terapis pernikahan Dr. Shirley Glass mengatakan semakin banyak hal yang Anda ketahui tentang teman lawan jenis, hubungan Anda dengannya semakin dekat dan tanpa disadari menyalakan percikan asmara. “Pembicaraan-pembicaran personal perlahan dapat membangun ikatan emosional dan keintiman, yang bukan tidak mungkin membuka peluang perselingkuhan,” kata Shirley.

Ada informasi-informasi tertentu yang tidak perlu diketahui orang lain, sekalipun itu sahabat Anda di tempat kerja. “Ketika Anda tidak membagi semua informasi dengan teman lawan jenis, secara tidak langsung Anda membangun dinding, yang membatasi kemungkinan berkembanganya perasaan atau hubungan emosional antara Anda dan teman lawan jenis,” kata Shirley.

4. Konsultasikan masalah rumah tangga pada pakarnya.
Pernikahan tidak berjalan mulus setiap waktu. Zach menekankan, bila rumah tangga Anda sedang bermasalah, jangan curhat atau membicarakan masalah Anda dengan teman lawan jenis. Lama-lama ini membuat Anda lebih dekat dengan teman lawan jenis dan malah menjauhkan Anda dari pasangan. “Ketika Anda mulai merasa teman lawan jenis lebih bisa memahami Anda, hati-hati, ini sinyal hubungan Anda dan pasangan mulai terancam. Bila memiliki masalah dengan pasangan, ya mintalah bantuan pakar,” kata Zach.

TABLOID BINTANG


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT