Pelecehan Seksual Ariana Grande, Psikolog: Pelaku Punya Kekuatan
TEMPO.CO | 03/09/2018 12:35
Ariana Grande membawakan lagu di Wango Tango di Banc of California Stadium, Los Angeles, Sabtu, 2 Juni 2018. Ariana membawakan 10 lagu andalannya, seperti Into You dan Side to Side. REUTERS/Mario Anzuoni
Ariana Grande membawakan lagu di Wango Tango di Banc of California Stadium, Los Angeles, Sabtu, 2 Juni 2018. Ariana membawakan 10 lagu andalannya, seperti Into You dan Side to Side. REUTERS/Mario Anzuoni

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Ariana Grande diduga mengalami pelecehan seksual saat menghadiri pemakaman penyanyi legendaris Aretha Franklin, Jumat, 31 Agustus 2018. Ariana Grande hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dengan menyanyikan lagu Aretha Franklin yang populer berjudul ‘(You Make Me Feel Like) A Natural Woman’.

Baca juga:
Bahasa Tubuh Ariana Grande yang Menolak Dirangkul Pendeta Ellis

Seusai bernyanyi, pempimpin upacara pemakaman pendeta Charles H Ellis III mengajak Ariana Grande untuk berdiri bersama di mimbar. Pendeta Ellis menggiring Ariana Grande dengan merangkul bagian tubuhnya. Dari foto dan video yang beredar, tangan kanan pendeta Ellis berada tepat di samping payudara Ariana Grande. Hal tersebut menuai komentar dan kritik banyak orang.

Ariana Gande dan Pendeta Charles H. Ellis III yang meraba payudara Ariana Grande di acara pemakaman ratu soul Amerika Serikat, Aretha Franklin pada hari Jumat, 31 Agustus 2018. [FOX NEWS]

Psikolog Kasandra Putranto menilai kejadian itu karena adanya distribusi kekuatan yang tidak seimbang antara kedua belah pihak yang terlibat. “Pelaku memiliki kekuatan dan pengaruh yang sulit dielakkan sementara korban tidak berdaya,” ujar Kasandra saat kepada Tempo, Senin, 3 September 2018. 

Di video itu terlihat Ariana Grande terkejut dan merasa tidak nyaman mendapat perlakukan tersebut. Namun saat itu, Ariana Grande tidak terlalu memperlihatkan perlawanan agar hal itu tidak terus berlangsung. “Seharusnya AG melawan dengan gesture menolak atau memberikan kode bahwa dia tidak menerima perlakuan tersebut,” kata Kasandra. 

Meski dalam kondisi yang ramai dan tidak ingin merusak jalannya acara, sebagai korban Ariana Grande harus menunjukan sikap tegas sebagai wanita. Dalam hal ini, ia harus bisa berdaya dan mengumpulkan kekuatan untuk menghindari kejadian tersebut terus berlanjut. “Tetapi mungkin kejadiannya cepat sekali dan Ariana Grande tidak berani,” pungkas Kasandra. 

Artikel lain: 
Rambut Ariana Grande Selalu Dikuncir Tinggi, Ada Alasannya
Tuduhan Pelecehan Ariana Grande Dibelokkan ke Busana, Hati-hati
Pelecehan Ariana Grande, Bagaimana Melawan di Ranah Publik


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT