Akhir Tahun dan Alkohol: Waspada Efek Panjang Sindrom DTs
TEMPO.CO | 30/12/2017 06:45
Akhir Tahun dan Alkohol: Waspada Efek Panjang Sindrom DTs
Ilustrasi gelas wine. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Akhir tahun tinggal menghitung hari, berbagai pesta pun bakal digelar di mana-mana untuk menyambut tahun yang baru. Minuman beralkohol, biasanya menjadi salah satu menu yang disajikan di pesta tersebut.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Omni Hospital Tanggerang, Dr Andri, wanti-wanti agar waspada mengkonsumsi alkohol di saat pesta tahun baru. “Kalau bisa dihindari saja,” katanya. Karena menurutnya, selain bisa berbahaya pada organ tubuh seperti liver dan empedu, efeknya pada kejiwaan pun tak bisa dianggap enteng.

Baca juga:
Difteri, Kenali 4 Gejalanya Agar Tak Berujung Maut
Viral Trompet Tularkan Difteri, Betulkah? Simak Penjelasan Ahli
Kaleidoskop 2017, ini 5 Kejadian Bunuh Diri Terheboh

Disebutkan Andri, bahwa alkohol ini mendepresi sistem saraf pusat otak kita, sehingga membuat kesadaran yang bersangkutan menurun.  “Intoksikasi atau keracunan zat kimia di dalam tubuh bisa membuat gangguan psikiatrik, karena yang bersangkutan mengalami perubahan atau kehilangan kesadaran,” katanya

Selain itu, otak yang mengalami tekanan dari alkohol tersebut akan mengalami Delirium Tremens atau DTs. Yaitu sindrom di mana yang bersangkutan mengalami kebingungan yang tiba-tiba saat berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. "Jadi orang tersebut akan mengalami disorientasi, perilakunya pun jadi mengacau dan berbahaya. Juga menjadi agresif  atau tidak terkendali, atau melakukan sesuatu di luar kehendaknya,” katanya.

Andri pun mengingatkan pada mereka yang  mengkonsumsi alkohol, baik dalam jumlah yang sedikit atau banyak, agar tidak menyetir sendiri. “Lebih baik gunakan taksi saja, lebih aman,” ujarnya serius sambil menambahkan ketidak waspadaan akan menyebabkan kecelakaan yang tidak diinginkan.

Satu hal lagi yang diwanti-wanti adalah untuk menghindari penggunaan obat stimulan. Obat yang tergolong psikotropika itu juga bisa menimbulkan gangguan kejiwaan, ada yang bersifat sementara ada yang bisa berdampak pada jangka waktu yang lama melebihi konteks pemakaiannya.

“Contoh ganja, akan menyebabkan halusinasi, dan halusinasi visual ini bisa menetap. Jadi akhirnya, tanpa menggunakan ganja, efek halusinasinya masih bisa timbul. Begitu juga stimulan, seperti ekstasi dan shabu . Zat tersebut efeknya tak hanya saat pemakainya saja, tapi juga bisa muncul setelahnya,” katanya. 

Jadi, akhir tahun lebih baik hindari alkohol dan zat stimulan "Lebih baik BBQ saja," kata Andri.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT