Ternyata, 3 Mitos soal Daging Kambing dan Kesehatan Ini Keliru
TEMPO.CO | 23/08/2018 19:32
sate kambing (antaranews.com)
sate kambing (antaranews.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan penyembelihan hewan kurban, di antaranya. kambing. Seperti yang kita tahu, daging kambing sering diolah menjadi banyak makanan, seperti gulai, sate, dan tongseng.

Namun, banyak orang memilih untuk tidak mengonsumsi daging kambing karena takut mempengaruhi kesehatan tubuh mereka. Ada beberapa mitos tentang daging kambing yang ternyata keliru.

Artikel terkait:
Jelang Idul Adha, Lupakan Mitos Daging Kambing Bikin Hipertensi
Idul Adha, Dokter Ungkap Kaitan Daging Kambing dan Tekanan Darah
Ini Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Wanita
Daging Kambing Kurban Ternyata Baik buat Kesehatan, Ayo Santap

#Penderita darah tinggi dilarang makan daging kambing
Penderita darah tinggi ternyata diperbolehkan makan daging kambing namun harus dalam batas yang wajar. Pada dasarnya, darah tinggi muncul karena mengonsumsi daging terlalu banyak. Selain itu, hindarilah makan daging kambing yang diolah dengan santan.

Obat untuk darah rendah
Banyak orang berpikir bahwa memakan daging kambing dapat menyembuhkan penyakit darah rendah. Padahal, hal itu tidak benar. Darah rendah sendiri bisa disembuhkan dengan menjaga pola makan dan istirahat teratur.

#Tidak boleh dimakan bersamaan dengan durian
Mitos ini juga sering sekali dipercaya banyak orang. Padahal larangan ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Mereka yang tidak punya penyakit jantung tetap bisa memakan durian dan daging kambing secara bersamaan asalkan dalam batas wajar.

TEEN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT