Hubungan Seks Tak Teratur, Ini 7 Dampak Buruknya Menurut Sains
TEMPO.CO | 13/04/2018 16:30
Hubungan Seks Tak Teratur, Ini 7 Dampak Buruknya Menurut Sains
Ilustrasi pasangan dan seksualitas. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan seks menjadi aktivitas intim yang dilakukan pasangan suami-istri. Laman The Herald, 9 April 2018, melaporkan bahwa tidak melakukan hubungan seks secara teratur akan memiliki efek samping pada tubuh.

Menurut data statistik, orang Inggris sebelum meninggal telah melakukan hubungan seks hampir 5.800 kali sebelum meninggal. Dan hal itu dapat meningkatkan kesehatan.

Baca juga: Sains: Hubungan Seksual Setelah Olahraga Bikin Lebih Bergairah

Efek yang terjadi jika tidak melakukan hubungan seks secara teratur, seperti dilansir laman Mirror, salah satunya ialah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Selain itu, laman Mindfulness HackSpirit menyebutkan ada 8 efek samping dari kurangnya hubungan seks. Berikut efek sampingnya:

1. Risiko Penyakit Jantung Tinggi

jantung

Penelitian ilmiah menemukan bahwa berhubungan seks hanya dua kali seminggu akan mengakibatkan pembuluh nadi (arteri) seorang pria tersumbat. Studi terbaru, yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, menjelaskan bahwa seks dapat menghilangkan zat kimia berbahaya yang memicu masalah jantung. Pria dengan hubungan seks teratur akan memiliki sirkulasi yang lebih baik dan pembuluh darah yang sehat.

2. Tingkat Stres Tinggi

ilustrasi stres (pixabay.com)

Kemungkinan orang akan merasa frustasi secara seksual. Karena riset menyatakan aktivitas seks yang baik bisa menghilangkan stres. Sebuah studi dilakukan pada tahun 2005 menyarankan berhubungan seksual jauh lebih efektif dibandingkan masturbasi. Hubungan seks dapat meningkatkan kadar endorfin dan hormon oksitosin. Itu dapat mengimbangi efek hormon kortisol yang menyebabkan stres.

Baca juga: Apa yang Dipikirkan Pria tentang Seks? Simak Hasil Riset Ini

3. Pertumbuhan Otak Lambat

Ilustrasi demensia/Alzheimer. Wisegeek.com

Dengan berhubungan seks yang sering, akan membuat lebih pintar di usia tua. Studi yang dilakukan Oxford dan Conventry menemukan orang-orang yang melakukan hubungan seks secara rutin memiliki keberanian biasanya mendapat nilai lebih tinggi saat tes berbicara, dan kemampuan melihat lebih baik.

4. Daya Tahan Tubuh Lemah

Ilustrasi pria flu. shutterstock.com

Sistem kekebalan tubuh manusia mendapat dorongan dari aktivitas hubungan seksual. Menurut studi, hal itu dapat menghasilkan lebih banyak Immunoglobulin A, antibodi yang melawan penyakit, salah satunya flu. Riset yang dilakukan Wilkes University di Pennsylvania menjelaskan, mereka yang melakukan hubungan seks dua kali seminggu akan menghasilkan 30 persen lebih banyak Immunoglobulin A.

5. Lebih Sulit Mendapatkan Ereksi

Ilustrasi pasangan dan seksualitas. Shutterstock.com

Sebuah penelitian di Amerika pada 2008 menunjukkan pria yang bercinta seminggu dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang melakukannya secara teratur.

Baca juga: Benarkah Gairah Seks Perempuan Tinggi? Ini Jawaban Ilmiahnya

6. Risiko Kanker Prostat

Awas prostat

Sebuah penelitian yang terbit di Amerika menunjukkan bahwa pria yang mengalami ejakulasi 21 kali atau lebih dalam setahun akan memiliki 33 persen lebih rendah risiko terkena kanker prostat. Dijelaskan pula bahwa orgasme dapat mengurangi risiko stres dan dapat mengatur metabolisme sel.

7. Kurang Lubrikasi Vagina

Lubrikasi vagina merupakan cairan yang diproduksi secara alami untuk melumasi vagina perempuan. Setelah istrahat dari aktivitas seksual, vagina bisa gagal melumasi dengan benar. Hal itu disebabkan oleh kurangnya hormon estrogen dan sangat rentan terjadi pada perempuan yang berusia lanjut.

Baca juga: Ilmuwan Sebut Seks BSDM Sama dengan Meditasi, Kok Bisa?

Simak artikel menarik lainnya tentang hubungan seks dari kacamata sains hanya di kanal Tekno Tempo.co.

THE HERALD | THE MIRROR | MINDFULNESS HACKSPIRIT | JOURNAL OF SEXUAL MEDICINE


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT