Bau Mulut kala Puasa, Redakan dengan Cara Berikut
TEMPO.CO | 16/04/2021 14:55
ilustrasi bau mulut (pixabay.com)
ilustrasi bau mulut (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Bau mulut sering menjadi masalah saat berpuasa, membuat kita tidak bisa berbicara dengan bebas. Bau mulut disebabkan oleh kondisi mulut yang cenderung kering dan adanya bakteri dalam mulut.

Namun, jangan sampai bau mulut mengganggu puasa dan membuat tidak percaya diri. Untuk mengatasi bau mulut saat berpuasa, berikut 10 tips yang bisa dilakukan.

Jaga kebersihan area mulut
Sikat gigi setelah sahur agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal dan menjadi sarang berkembangnya bakteri di mulut. Untuk menghindari bau mulut dan napas tak segar, bersihkan juga area lidah atas dengan gerakan memutar. Anda juga bisa menggunakan alat pembersih khusus lidah untuk hasil yang lebih maksimal.

Cukup minum air
Usahakan minum air 1,5-2 liter dalam satu hari saat buka puasa dan sahur untuk meminimalisir bau mulut. Air putih membantu meningkatkan produksi air liur di dalam mulut sehingga kebersihan mulut tetap terjaga.

Pilih makanan
Buah dan sayur untuk mencegah bau mulut adalah apel, wortel, dan bengkuang. Jauhi makanan yang berbau menyengat, seperti jengkol, petai, bawang, ataupun durian saat berbuka dan sahur.

Berkumur
Berkumur bisa membersihkan kotoran dan bakteri di mulut. Kumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik karena dapat membantu membersihkan mulut dan menjauhkan dari napas tidak segar karena antiseptik akan membunuh kuman dan bakteri penyebab bau mulut.

Minum teh hijau
Selain air putih, teh hijau juga dapat diminum untuk mengatasi bau mulut saat menjalankan puasa. Teh hijau mengandung polifenol atau antioksidan yang bermanfaat mengatasi bakteri pada saluran pernapasan dan mulut.

Hindari merokok
Kebiasaan berbuka dan sahur dengan merokok sebaiknya dihindari atau dikurangi karena dapat menimbulkan masalah pada kesehatan gigi dan mulut karena rokok dapat membuat rongga mulut menjadi kering. Selain itu, nikotin pada rokok dapat menempel pada gigi sehingga menjadi plak yang dapat menimbulkan bau mulut.

Makan permen karet
Permen karet dapat menjauhi mulut dari kekeringan serta menghilangkan partikel makanan yang menempel pada gigi sehingga dapat mencegah bau mulut. Selain itu, permen karet juga dapat mendorong mulut menghasilkan lebih banyak air liur sehingga dapat menetralkan kadar asam di mulut dan bau mulut dapat dihindari.

Makan jeruk
Buah jeruk mampu meningkatkan produksi air liur yang berperan dalam menumpas bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, buah yang mengandung vitamin C ini juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Mengunyah daun sirih
Sudah menjadi alternatif lain daun sirih menjadi salah satu bahan alami yang bisa diandalkan untuk menghilangkan bau mulut dan merawat kesehatan gigi. Kandungan di dalam daun sirih mampu membasmi bakteri penyebab bau mulut secara efektif.

Membersihkan karang gigi
Karang gigi penyebab utama timbulnya bau mulut. Karena itu, lakukan pemeriksaan dan perawatan karang gigi ke dokter. Selain itu, ke dokter gigi juga dapat mengetahui serta mengobati masalah lain pada mulut yang menjadi penyebab bau mulut. Dengan menjaga kebersihan gigi dan rongga mulut membuat napas tetap segar sepanjang hari. Jika masalah ini timbul meski sudah mengikuti langkah yang disarankan, konsultasikan ke dokter gigi karena bau mulut juga bisa timbul dari gangguan pencernaan, seperti penyakit maag, gangguan pernapasan, atau penyakit lain.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi selama Ramadan


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT