Pelaku Wisata Yogyakarta akan Terima Vaksin Covid-19, termasuk PKL Malioboro
TEMPO.CO | 22/02/2021 09:59
PKL Malioboro kembali beraktivitas seperti biasa pada Sabtu, 10 Oktober 2020. Para pedagang sempat libur dua hari pasca-demonstrasi UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh pada Kamis, 8 Oktober 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono
PKL Malioboro kembali beraktivitas seperti biasa pada Sabtu, 10 Oktober 2020. Para pedagang sempat libur dua hari pasca-demonstrasi UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh pada Kamis, 8 Oktober 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Para pelaku usaha pariwisata di sepanjang jalan Malioboro menjadi target kick off pemberian vaksin Covid-19 massal tahap kedua di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar per 1 Maret nanti.

Sebanyak hampir 20 ribu pelaku usaha di kawasan destinasi favorit wisatawan itu akan divaksinasi di tiga titik berbeda yang ditentukan, yakni Taman Khusus Parkir Abu Bakar Ali, Pasar Beringharjo dan Museum Benteng Vredeburg. Vaksinasi massal itu menyasar seluruh pedagang pasar tanpa terkecuali, termasuk pedagang keliling, pedagang los, buruh, hingga pedagang kaki lima (PKL).

"Total ada 20 tim terdiri dari dokter, suster, dan vaksinator yang akan menangani vaksinasi massal di Malioboro nanti," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaning Astuti, Ahad, 21 Februari 2021.

Tim vaksinasi massal itu terbagi sebanyak 7 tim di Abu Bakar Ali, 6 tim di Pasar Beringharjo dan 7 tim di Benteng Vredeburg.

Setiap tim terdiri dari 7 orang dan dibagi ke dalam 2 shift setiap harinya. Serta melibatkan total 280 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, suster dan vaksinator yang berasal dari 18 puskesmas dan 11 rumah sakit di Kota Yogyakarta serta 2 klinik Polri.

"Untuk total target yang divaksin per harinya sejumlah 3.200 orang," kata Pembajun. 

Tercatat sebanyak 19.897 jiwa menjadi target yang akan divaksin di sepanjang Malioboro. Jumlah itu terdiri dari 8.144 pedagang Pasar Beringharjo dan sekitarnya, 2.600 masyarakat sekitar Malioboro dan Alun-alun Utara serta 9.153 pegawai toko yang ada di sepanjang kawasan Malioboro.

Pembajun menjelaskan vaksinasi pelaku usaha wisata di Malioboro ini hanya kick off alias launching dan berlangsung selama empat hingga lima hari sejak dimulai 1 Maret 2021. Setelah itu bertahap ke semua pasar dan destinasi di wilayah DIY.

"Pasar Beringharjo juga Malioboro dipilih menjadi salah satu tempat awal pelaksanaan vaksinasi karena dinilai pemerintah pusat dapat sebagai simbol bagi Yogyakarta dan ikon bagi Indonesia untuk mensukseskan vaksinasi tahap kedua," kata Pembajun.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan pada agenda vaksinasi massal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Hemas dijadwalkan akan turut divaksinasi. “Harapannya beliau dapat menjadi figur bagi seluruh warga DIY,” ujarnya. 

Haryadi mengaku pelaksanaan vaksinasi massal tersebut kebetulan dilakukan bertepatan dengan hari bersejarah, yakni peringatan Serangan Umum 1 Maret.

Selain menyasar pedagang dan pelaku wisata, vaksinasi tahap kedua sejatinya menyasar semua kelompok tahapan kedua seperti yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, salah satunya kelompok lanjut usia atau lansia.

Hanya saja untuk lansia, diprioritaskan yang ibu kota setiap provinsi sesuai instruksi pusat. Saat ini, DIY masih menunggu kedatangan 21.000 vaksin multidos, di mana satu vaksin bisa untuk 10 orang.

Sesuai kriteria Kementerian Kesehatan RI, kelompok tahapan kedua penerima vaksin Covid-19 selain lansia dan pedagang pasar adalah petugas pelayanan publik seperti tenaga pendidik, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, petugas keamanan, petugas transportasi, atlet, wartawan dan pekerja sektor pariwisata.

Baca juga: Mantan Menteri Pariwisata I Gede Ardika Wafat, Pelopor Wisata Desa - Desa Wisata


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT