Malam Bulan Purnama di Papua, Suara Anjing Bernyanyi Merdu Sekaligus Mencekam
TEMPO.CO | 20/02/2021 16:03
Anjing khas Papua dan Papua Nugini, dingo, ditemukan oleh Anang Dianto pegawai PT Freeport di ketinggian 4.000 mdpl. Kawanan anjing ini terdiri dari jantan dan betina, beserta tiga ekor anaknya. Dok. Anang Dianto
Anjing khas Papua dan Papua Nugini, dingo, ditemukan oleh Anang Dianto pegawai PT Freeport di ketinggian 4.000 mdpl. Kawanan anjing ini terdiri dari jantan dan betina, beserta tiga ekor anaknya. Dok. Anang Dianto

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu satwa liar yang tinggal di kawasan pegunungan Papua hingga Papua Nugini adalah anjing bernyanyi atau New Guinea singing dog. Anjing dengan nama latin Canis familiaris hallstromi ini tidak menggonggong, melainkan bernyanyi atau melolong.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, berdasarkan hasil penelitian terbaru, terdapat sekitar 300 ekor anjing bernyanyi Papua di sekitar tambang Grasberg Freeport. Peneliti menduga terjadi pergeseran habitat anjing benyanyi dari pegunungan ke area tambang karena perubahan kondisi lingkungan dan sosial.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir terjadi penembakan di kawasan Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Intan Jaya antara Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB dengan aparat TNI-Polri. Sementara kawasan Puncak Jaya dan Intan Jaya merupakan habitat alami anjing bernyanyi Papua.

Anjing Menyanyi Papua. Kredit: Wikimedia

Dikhawatirkan ada peluru nyasar yang mengenai anjing bernyanyi saat baku tembak terjadi. "Tapi sampai sekarang belum ada laporan tentang itu," kata Hari Suroto kepada Tempo, Sabtu 20 Februari 2021. Para ahli mengidentifikasi anjing bernyanyi Papua tergolong paling primitif karena menetap di pegunungan Papua sejak ribuan tahun silam.

Saat bulan purnama, anjing di pegunungan Papua mengeluarkan suara yang bagi sebagian orang terdengar merdu sekaligus mencekam. "Para peneliti masih bertanya-tanya kenapa kelakuan anjing di pegunungan Papua ini baru terlihat ketika bulan purnama," ucap Hari Suroto yang juga dosen arkeologi Universitas Cenderawasih.

Ketika bulan purnama, suara anjing bersahut-sahutan mengikuti arah pergerakan bulan dari timur ke barat. Hanya di daerah pegunungan Papua saja yang masih ditemukan anjing jenis ini. Adapun anjing di pantai Papua sebagian besar adalah ras campuran dengan jenis anjing dari Eropa dan Asia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT