Lelah hingga Sulit Tidur, Ini 5 Tanda Olahraga Berlebihan yang Bahaya bagi Tubuh
TEMPO.CO | 03/02/2021 21:25
Ilustrasi wanita lari di atas treadmill. Freepik.com
Ilustrasi wanita lari di atas treadmill. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh. Tapi jangan berlebihan. Olahraga berlebihan atau overtraining justru bisa jadi bumerang. Efeknya lemas hingga gangguan tidur.

Ken Rawlins, pelatih dan pendiri aplikasi kebugaran Sculpt, mengatakan bahwa overtraining berarti berolahraga terlalu keras, terlalu sering, dan terlalu lama tanpa memberikan tubuh istirahat yang cukup untuk pulih.

“Itu terjadi ketika Anda tidak memberi tubuh cukup waktu untuk istirahat dan perbaikan. Hal ini dapat menyebabkan kinerja menurun secara signifikan saat keluar masuk gym," kata dia, dikutip dari Well + Good, Selasa, 2 Februari 2021.  

Saat berolahraga, keluar air mata mikro di otot, dan pemulihan air mata mikro itulah yang pada akhirnya membantu menjadi lebih kuat. Jika Anda tidak memberikan waktu yang tepat untuk memperbaiki otot, hal itu dapat menyebabkan masalah.

“Istirahat dan pemulihan sangat penting untuk meningkatkan kekuatan dan stamina Anda, karena memungkinkan tubuh memperbaiki jaringan yang rusak,” kata Rawlins. “Tanpa istirahat dan pemulihan yang cukup, ini bisa menjadi bumerang dan menurunkan performa atletik Anda. Pengondisian yang tepat membutuhkan keseimbangan antara kelebihan beban dan pemulihan,” kata dia.

Berikut lima tanda olahraga berlebihan yang bisa jadi bumerang bagi tubuh.

1. Kinerja menurun
Jika Anda berolahraga tanpa henti tapi tidak tambah kuat, overtraining bisa menjadi penyebabnya. "Kekuatan, kelincahan, dan daya tahan yang menurun adalah tanda-tanda umum dari latihan berlebihan, dan ini dapat membuat latihan yang mudah terasa sangat sulit."

Jadi, jika Anda terbiasa melakukan 10 push-up tidak masalah, lalu tiba-tiba tidak dapat melakukan satu pun push-up, itu berarti sudah waktunya untuk libur.

2. Sakit dan nyeri
“Salah satu tanda pertama bahwa Anda terlalu banyak berlatih termasuk nyeri otot, perasaan 'berat' di tubuh Anda, bahkan saat Anda melakukan aktivitas ringan,” kata instruktur kebugaran, Kathy Smith.

Sakit dan nyeri ini juga membuat Anda lebih sulit melakukan latihan dengan benar, juga meningkatkan risiko cedera.

Baca juga: Kesalahan Umum saat Olahraga yang Membuat Tubuh Cepat Tua

3. Perubahan suasana hati
Olahraga diketahui memicu lonjakan kortisol — alias hormon stres — dalam tubuh. Jika Anda tidak memberikan waktu untuk kortisol naik, hal itu dapat berdampak pada suasana hati. "Latihan berlebihan dapat secara signifikan memengaruhi hormon stres dan dorongan seks yang akan menyebabkan perubahan suasana hati dan mudah tersinggung," kata Rawlins.

Anda mungkin merasa cemas, depresi, dan tidak bisa fokus. Jika mengalami ini, liburlah dari olahraga, lakukan perawatan tubuh, atau berolahraga ringan saja.

4. Tekanan darah tinggi dan detak jantung istirahat
Olahraga ringan dapat menurunkan detak jantung istirahat, tapi terlalu banyak berolahraga dapat menjadi bumerang. Menurut sebuah studi pada 2016, salah satu efek samping dari latihan berlebihan adalah peningkatan tekanan darah dan detak jantung saat istirahat. Denyut jantung saat istirahat "normal" bisa turun antara 60 dan 100 denyut per menit.

5. Perubahan pola tidur
Olahraga berlebihan membuat Anda merasa lebih lelah dari biasanya dan membuat lebih sulit tidur. Berdasarkan studi pada 2018, kualitas dan kuantitas tidur menurun sebagai akibat dari beban latihan berlebihan. Ini juga salah satu keluhan umum para atlet yang kelebihan berat badan dan latihan berlebihan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT