Bukan PPKM, Ganjar Pranowo Minta Restoran dan Destinasi Wisata Tutup 2 Hari
TEMPO.CO | 03/02/2021 14:55
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan kebijakan 'Jateng di Rumah Saja' pada Sabtu dan Minggu, 6 - 7 Februari 2021. Ganjar Pranowo mengatakan gerakan tersebut bertujuan menekan kasus Covid-19.

Ganjar Pranowo menyampaikan gerakan Jateng di Rumah Saja dalam rapat bersama sekretaris desa 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. "Semua mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja," kata Ganjar pada Selasa, 2 Februari 2021. "Surat keputusannya sudah disiapkan."

Baca juga:
Testimoni Vaksinasi Covid, Ganjar Pranowo: Seperti Imunisasi Waktu Kecil

Sebelum gerakan Jateng di Rumah Saja berlangsung, Ganjar Pranowo mempersilakan masyarakat menyiapkan bekal selama berada di rumah secukupnya. "Yang ingin belanja dulu untuk persiapan di rumah enggak usah banyak-banyak. Toh cuma dua hari," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam video conference rapat koordinasi penanganan Covid-19.

Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat menunda seluruh kegiatan yang sudah direncanakan pada akhir pekan nanti supaya gerakan Jateng di Rumah Saja bisa berjalan. Melalui surat edaran, Ganjar Pranowo juga meminta restoran, tempat hiburan, dan destinasi wisata tutup selama dua hari itu.

Hanya pelayanan umum, seperti fasilitas kesehatan dan transportasi publik yang tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. "Ada yang masih kami perkenankan untuk 'berseliweran' dengan ketentuan yang ketat, tapi kami minta partisipasi dan dukungan masyarakat untuk dua hari saja," ujarnya.

Selama gerakan Jateng di Rumah Saja berlangsung, Ganjar Pranowo melanjutkan, petugas keamanan di Jawa Tengah menerapkan operasi yustisi gabungan yang menyasar pelanggar protokol kesehatan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT