Jaga Selalu Keseimbangan Gizi di Masa Pandemi, Ini Saran Pakar
TEMPO.CO | 12/01/2021 19:46
Ilustrasi makanan sehat (pixabay.com)
Ilustrasi makanan sehat (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Meningkatkan daya tahan tubuh di kala pandemi COVID-19 sangat penting. Salah satunya dengan cara makan makanan dengan nutrisi seimbang, yang akan memenuhi kebutuhan gizi dalam jumlah kalori tertentu.

"Gizi yang seimbang sangat penting untuk tubuh. Orang yang mengonsumsi makanan bergizi seimbang akan memiliki badan lebih sehat, sistem imun yang lebih kuat, dan risiko yang lebih rendah terkena penyakit kronis dan infeksi," kata ahli nutrisi dr. Christina Rusli, Sp. GK.

Spesialis gizi klinik tersebut mengatakan kebiasaan mengonsumsi bahan makanan yang bervariasi dan segar setiap hari penting untuk memenuhi kebutuhan makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak), mikronutrien (vitamin dan mineral), serat, dan antioksidan harian bagi tubuh. Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, dalam seporsi makanan, separuh piring makan seharusnya terdiri dari sayur dan buah. Separuh lagi terdiri dari protein dan karbohidrat.

Dalam setiap sajian, sebaiknya juga memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak. Batasan konsumsi gula yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari tidak lebih dari 50 gram (4 sendok makan). Untuk garam tidak melebihi 2.000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak).

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2. Sementara itu, garam mengandung natrium dan sodium.

Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke. Sedangkan lemak, juga diperlukan tubuh sebagai cadangan energi. Lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker. Lemak dapat berbentuk padat dan cair (minyak).

Asupan air putih juga diperlukan tubuh. Setidaknya, dianjurkan minum delapan gelas air dalam sehari untuk menjaga tubuh tetap sehat. Dalam memproses masakan, Christina menganjurkan tidak terlalu lama memasak karena bisa menghilangkan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan.

Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi asupan gizi sehingga akan mempengaruhi kesehatan individu.

Dengan asupan gizi yang seimbang maka berat badan akan terjaga, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktivitas kerja meningkat, serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini.

Gizi yang tidak optimal berkaitan dengan kesehatan yang buruk dan meningkatkan risiko penyakit infeksi dan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi dan stroke), diabetes, serta kanker, yang merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Lebih separuh dari semua kematian di Indonesia akibat penyakit tidak menular.

Sebagian besar penyakit tidak menular terkait gizi di atas berasosiasi dengan kelebihan berat badan dan kegemukan, yang disebabkan oleh kelebihan gizi. Kelebihan gizi timbul akibat kelebihan asupan makanan dan minuman kaya energi, kaya lemak jenuh, gula dan garam, tetapi kekurangan asupan pangan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, dan sereal utuh, serta kurang melakukan aktivitas fisik.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT