Masyarakat Sudah Lelah pada Pandemi Covid-19, Ini Akibatnya
TEMPO.CO | 12/01/2021 15:45
Masyarakat Sudah Lelah pada Pandemi Covid-19, Ini Akibatnya
Masyarakat Sudah Lelah pada Pandemi Covid-19, Ini Akibatnya

TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Satgas Covid-19 per 7 Januari 2021, angka penggunaan masker mengalami penurunan sebanyak 28 persen dari minggu ketiga September hingga minggu keempat Desember 2020. Sementara itu, angka pemberlakuan jaga jarak dan menghindari kerumuman juga menurun sebanyak 20,6 persen.

Menurunnya angka tersebut terjadi akibat adanya kelelahan di masa pandemi Covid-19 atau kondisi kelelahan yang dialami masyarakat akibat kegiatan yang berulang.

“Jika hal tersebut terjadi pada sekelompok orang, maka akan merugikan banyak pihak,” kata Dewi Soemarko, Prodi Magister Kedokteran Kerja/ Pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas – FKUI/Perhimpunan Dokter Okupasi Indonesia (PERDOKI), dalam bincang-bincang "Pandemic Fatigue, Jangan pernah Menyerah!", Senin, 11 Desember 2021.

Menurutnya, kelelahan pandemi bisa terjadi akibat ketidakjelasan berakhirnya pandemi. Salah satu hal yang bisa menimbulkan kelelahan di masyarakat adalah situasi ekonomi yang terjadi di tingkat keluarga. Salah satu pihak keluarga, menurut Dwi Listyawardani, Ketua Subbidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19/Deputi Dalduk BKKBN, harus tetap ada yang bertugas mencari nafkah sehingga pihak tersebut bisa terpapar virus dan rentan membawa virus ke rumah.

“Pemulihan ekonomi melalui aktivitas ekonomi untuk golongan usia produktif, harus dilengkapi dengan protokol kesehatan di level keluarga,” katanya.

Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan untuk melakukan edukasi terhadap para ibu untuk menjalankan protokol kesehatan dan mengingatkan penerapan prokes di dalam lingkup keluarga.

“Kami akan lanjutkan program pendampingan keluarga, kader, dan komunitas untuk melakukan kampanye protokol kesehatan dan vaksin,” jelasnya.

Ada dua cara yang akan ditempuh untuk melakukan edukasi ini. Pertama, melalui edukasi secara terstruktur. Kedua, melalui gerakan atau komunitas yang ada di masyarakat. Menurutnya, hal tersebut bisa mengendalikan tingkat transmisi Covid-19 di tengah masyarakat.

“Kami akan melakukan dua pendekatan tersebut dengan merata dan konsisten. Bahkan, kalau perlu sampai pada tingkat penjatuhan hukuman," ungkapnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT