Saran buat Orang Tua Pemilik Anak Pemalu
TEMPO.CO | 10/01/2021 21:31
Ilustrasi anak pemalu. thrivingnow.com
Ilustrasi anak pemalu. thrivingnow.com

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak anak yang memeluk erat paha ayah atau ibunya atau enggan berbicara dengan orang yang baru dikenal. Ketika anak beranjak besar dan sikapnya tak banyak berubah, tak sedikit orang tua yang merasa khawatir. Bisa jadi itu tanda anak yang pemalu dengan indikasi agak penakut, enggan berinteraksi dengan orang lain, dan lebih banyak bermain sendiri dibandingkan dengan teman-teman sebaya.

Heidi Gazelle, dosen senior bidang psikologi perkembangan di Universitas Melbourne, Australia, menjelaskan bagaimana rasa malu lebih mengkhawatirkan bila bersifat permanen, bukan kadang-kadang. Seperti yang ditulisnya untuk The Conversation, Gazelle menerangkan kapan orang tua harus bersikap khawatir.

Beberapa anak memang memiliki tendensi "terlambat panas". Namun setelah beberapa lama, mereka mulai membuka diri dan mau berinteraksi dengan orang lain. Tak sedikit pula anak yang tidak pemalu lagi setelah bersekolah. Namun, tak sedikit pula anak yang tetap pemalu sampai cukup besar.

Malu dengan anak lain justru lebih mengkhawatirkan dibanding malu terhadap orang dewasa. Anak-anak merasa takut-takut dengan orang dewasa, terutama laki-laki, itu wajar. Tapi bila takut dengan sesama bocah sebaya, hal itu patut jadi perhatian. Terlebih lagi bila anak memilih bermain sendiri padahal di sekitarnya banyak teman seusia.

Ketika anak bergaul dengan teman-temannya, ia akan belajar bersosialisasi dan memahami perasaan orang lain. Anak juga akan belajar bergiliran ketika bermain dan bercakap-cakap, serta perilaku sosial lain.

Anak-anak yang ogah bersosialisasi tak akan mengalami semua proses belajar tersebut. Hasilnya, kerja otak, kemampuan sosial, dan perasaan mereka tidak sematang anak-anak seusianya. Setelah agak besar atau remaja, anak-anak pemalu ini bisa dikucilkan oleh teman-temannya atau menjadi korban pembulian akibat tak punya kawan.

Anak lelaki yang pemalu biasanya mendapat lebih banyak kesulitan dibanding anak perempuan. Mungkin karena selama ini sudah dikenal norma anak laki-laki itu harus berani.

Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membuat anak-anak tidak pemalu dan penyendiri lagi. Bila perlu, mintalah bantuan psikolog anak bila menilai sikap pemalu anak sudah sangat parah, misalnya tak mau diajak ke pertemuan keluarga atau hadir di pesta ulang tahun temannya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT