Sama Baik, Pilih Bersepeda atau Lari? Simak Dulu Penjelasan Pakar
TEMPO.CO | 10/01/2021 11:30
ilustrasi olahraga berpasangan (Pexels.com)
ilustrasi olahraga berpasangan (Pexels.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Bersepeda maupun lari termasuk latihan aerobik yang bermanfaat untuk kesehatan, termasuk jantung. Berlari dan bersepeda dapat membantu menurunkan berat badan.

Tetapi, menurut ahli fisiologi olahraga klinis sekaligus pelatih triatlon, Marques Garcia, karena Anda dapat membakar kalori lebih cepat saat berlari dibanding saat bersepeda, maka lari dapat menurunkan berat badan lebih cepat daripada bersepeda. Jumlah kalori yang dibakar saat berlari atau bersepeda bergantung pada seberapa keras Anda mengerahkan tenaga. Misalnya, orang seberat 84 kg dengan bersepeda statis bisa membakar 622 kalori, bersepeda di luar ruangan dengan kecepatan 20 km/jam bisa membakar 888 kalori.

Bersepeda di luar ruangan dengan kecepatan 25 km/jam membakar 1.066 kalori, berlari dengan kecepatan 11,5 menit per 1,6 km membakar 800 kalori, berlari dengan kecepatan 9 menit per 1,6 km membakar 976 kalori, dan bila kecepatannya 8 menit per 1,6 km maka kalori yang terbakar sekitar 1.110.

"Umumnya dengan berlari, Anda membakar lebih banyak kalori dan detak jantung sedikit lebih tinggi saat berlari," kata Kaitlin Donner, pemilik New Wave Physical Therapy & Sports Rehabilitation di Rockledge, Florida, seperti dikutip dari Insider.

Sebuah studi tahun 2013 menemukan berlari berhubungan dengan penurunan berat badan. Kemudian, tinjauan penelitian tahun 2019 menunjukkan bersepeda dalam ruangan bila dikombinasikan dengan pola makan sehat bisa membantu menurunkan berat badan.

Bagaimana dengan kesehatan jantung? Sebuah studi tahun 2017 di Inggris menemukan orang yang bersepeda memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah daripada yang berjalan kaki ke tempat kerja atau tidak bepergian secara aktif. Sementara itu, sebuah penelitian tahun 2013 mengungkapkan berlari mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, yang keduanya bisa menyebabkan penyakit jantung.

Bersepeda dan berlari melatih banyak otot yang sama, terutama di tubuh bagian bawah, antara lain paha depan dan belakang, betis, serta otot bokong. Namun, otot tidak harus mengerahkan banyak tenaga untuk berlari atau bersepeda sehingga keduanya tidak membangun banyak massa otot.

Untuk itu, Anda perlu melakukan beberapa latihan kekuatan, seperti angkat beban, yang membutuhkan daya tahan lebih. Efek berlari lebih baik terjadi pada tubuh bagian atas dan otot perut karena seluruh tubuh bergerak saat berlari, kata Garcia.

Dari sisi cedera, lari adalah olahraga berdampak tinggi sehingga memberi tekanan pada persendian dan karena itu potensi cedera berlebihan lebih tinggi dibandingkan bersepeda. Sekitar 60 persen pelari pada suatu saat akan mengalami cedera yang membuat mereka tidak dapat berlari lagi.

Di sisi lain, pesepeda juga bisa mengalami cedera yang berlebihan. Jika Anda memiliki masalah lutut atau punggung, cedera lain, atau kondisi kesehatan kronis, Garcia tidak akan merekomendasikan bersepeda atau berlari tanpa izin dari dokter terlebih dulu.

Bila kelebihan berat badan, memiliki riwayat serangan jantung, nyeri lutut, atau tekanan darah tinggi, Anda dianjurkan bersepeda karena lari lebih banyak memberi tekanan pada tubuh dan persendian.

Pilihan yang tepat bergantung pada preferensi pribadi karena secara keseluruhan jenis olahraga terbaik adalah yang akan diikuti seiring waktu. Di satu sisi, berlari membutuhkan lebih sedikit peralatan dan persiapan jadi cenderung lebih mudah untuk Anda menyesuaikan diri dengan rutinitas.

Di sisi lain, bersepeda mungkin tampak lebih menyenangkan. Melakukan keduanya secara bergantian juga bukan masalah jika mampu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT