Sambut MotoGP Mandalika, Ratusan Homestay Sudah Siap Huni
TEMPO.CO | 05/01/2021 20:32
West Gate KEK Mandalika. Foto: ITDC
West Gate KEK Mandalika. Foto: ITDC

TEMPO.CO, Mataram - Sebanyak 398 homestay untuk menunjang pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat telah selesai dibangun. Sebagian besar, yaitu sebanyak 300 unit disiapkan di Lombok Tengah untuk mendukung kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika yang bakal menggelar Moto GP bulan Oktober 2021.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Nusa Tenggara 1 (BPPPW NT1) Rini Dyah Mawarti menjelaskan 300 homestay itu tersebar di daerah Kute, Grupuk, Sukedana dan Selong Belanak. Sisanya, sebanyak 98 tersebar di Kabupaten Lombok Utara dan Tiga Gili Tramena (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air).

Pembangunan homestay itu merupakan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika Lombok di NTB. ''Jumlah hunian wisata tersebut tersebar di Lombok Utara dan Lombok Tengah dengan pola reguler dan homestay,'' kata Rini, Selasa, 5 Januari 2021.

Secara total, Rini merinci ada 915 sarana hunian pariwisata (sarhunta) yang dibangun di NTB. Sebanyak 817 unit dibangun di Kabupaten Lombok Tengah, yakni dipasang di koridor masuk kawasan Mandalika sebanyak 517 dan 300 unit untuk rumah singgah dan homestay serta usaha lainnya guna mendukung pariwisata. Sedangkan, sisanya sebanyak 98 unit dibangun di Kabupaten Lombok Utara. Total anggaran pembangunan sarhunta di NTB adalah Rp 62,22 miliar.

"Jadi rumah warga yang tidak layak huni kami bangun standard homestay. Pemiliknya harus memanfaatkan separuh rumahnya untuk dijadikan sebagai homestay," kata Rini.

Ia pun berharap homestay yang telah dibangun bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat. Untuk pengelolaan lebih lanjut pihak BPPPW RT1 telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Daerah. Penyewaannya sendiri sudah mulai dijalankan oleh beberapa rumah. Bahkan ada turis Jerman yang telah mulai menempati homestay tersebut.

Kepala Dinas PUPR NTB Syahdan menyebutkan pemanfaatan rumah warga sebagai homestay akan dibarengi dengan sosialisasi dan pelatihan bagi warga pemilik rumah. Tujuannya agar masyarakat bisa menjalankan fungsi homestay dengan profesional dan memiliki manajemen pengelolaan dan pelayanan yang baik.

"Butuh manajemen yang baik terkait fungsi homestay kepada masyarakat. Artinya, mereka harus mau mengkomersialkan separuh rumahnya untuk kebutuhan pariwisata. Ini harus menjadi perhatian Pemda," kata Syahdan.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB untuk berkoordinasi dan menyiapkan sebaik mungkin 300 homestay milik masyarakat yang telah selesai dibangun oleh BPPPW NT1 itu. "Homestay yang telah dibangun ini harus dipersiapkan sebaik mungkin untuk menyambut tamu Moto-GP 2021," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT