Gubernur Bali Wayan Koster Ungkap Jurus Wisata ke Gubernur NTB Zulkieflimansyah
TEMPO.CO | 21/12/2020 21:00
Wisatawan berlibur pada liburan panjang Hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Pantai Kuta, Badung, Bali, Jumat, 30 Oktober 2020. Obyek wisata terpopuler di Bali tersebut kembali ramai dikunjungi wisatawan yang sebagian besar turis domestik setelah sempat sepi
Wisatawan berlibur pada liburan panjang Hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Pantai Kuta, Badung, Bali, Jumat, 30 Oktober 2020. Obyek wisata terpopuler di Bali tersebut kembali ramai dikunjungi wisatawan yang sebagian besar turis domestik setelah sempat sepi kunjungan akibat terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bali I Wayan Koster bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat atau NTB, Zulkieflimansyah di Denpasar, Bali, pada Minggu 20 Desember 2020. Pada kesempatan itu, Wayan Koster menyampaikan sejumlah kunci penggerak roda perekonomian di sektor pariwisata.

Seperti diketahui, NTB akan menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga dunia, yakni balap sepeda motor MotoGP, Superbike, dan L’etape Tour de France pada 2021. Dengan latar belakang Bali yang menjadi magnet wisata Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster berbagi tips agar Pemerintah Provinsi NTB mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus UMKM di sana.

Wayan Koster mengatakan salah satu rahasia bangkitnya industri kerajinan berbasis kearifan lokal adalah dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. "Peraturan gubernur ini terbukti mampu menghidupkan kerajinan lokal Bali," kata Wayan Koster di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Sabtu 19 Desember 2020.

Melalui peraturan gubernur tadi, sektor industri busana adat, pedagang, sampai sisi fashion-nya tumbuh. "Kita harus menghidupkan usaha mikro, kecil, menengah atau UMKM karena terbukti lebih berdaya tahan, bahkan di saat pandemi Covid-19 seperti ini," ucapnya.

Foto area pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya sepanjang 4,32 kilometer dengan 18 tikungan. ANTARA/Ahmad Subaidi

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan, pemerintah Bali memprioritaskan pembangunan Pelabuhan Padang Bai juga demi mendukung MotoGP Mandalika yang berlangsung di NTB pada Oktober 2021. Pelabuhan tersebut menjadi salah satu infrastruktur yang menghubungkan berbagai pelabuhan di Bali, antara lain Pelabuhan Segitiga Sanur di Denpasar, Sampalan di Nusa Penida, dan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan sudah sejak lama ingin belajar pada Bali tentang jurus mengembangkan pariwisata. "Ini bukan kompetisi, tapi kolaborasi untuk memajukan pariwisata," ujarnya. Zulkieflimansyah menyimak berbagai masukan dari Gubernur Bali I Wayan Koster tadi.

Zulkieflimansyah berharap kolaborasi antara Bali - NTB dapat menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua provinsi tersebut. "Ini bukan bersaing, melainkan sinergi dan terkoneksi," kata Wayan Koster.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT