Detail Fasilitas MotoGP Mandalika: 6 Pantai, 185 Ribu Penonton, 1966 Kamar Hotel
TEMPO.CO | 19/12/2020 09:09
Foto udara bentuk salah satu tikungan sirkuit saat pengerjaan galian tanah badan jalan Mandalika MotoGP Street Circuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis, 10 Oktober 2019. ANTARA/Ahmad Subaidi
Foto udara bentuk salah satu tikungan sirkuit saat pengerjaan galian tanah badan jalan Mandalika MotoGP Street Circuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis, 10 Oktober 2019. ANTARA/Ahmad Subaidi

TEMPO.CO, Mataram - Ajang balap sepeda motor dunia MotoGP akan berlangsung di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Oktober 2021. Pemerintah tengah membangun sirkuit jalanan di Mandalika yang merupakan sirkuit pertama di dalam area kawasan wisata dunia. Penyelenggara MotoGP, Dorna Sport telah memberikan kontak penyelenggaraannya MotoGP selama sepuluh tahun kepada MotoGP Indonesia.

Construction Enhancement Head The Mandalika, Aris Joko Santoso dan Operation Head The Mandalika, I Made Pari Wijaya menjelaskan perkembangan pembangunan sirkuit jalanan untuk MotoGP Mandalika. "'Pengembangan kawasan pariwisata ini membutuhkan dukungan yang luar biasa besar," kata Made Pari Wijaya di Puri Rinjani Kuta Mandalika, Rabu 16 Desember 2020.

Dia meyakini pembangunan sirkuit jalanan MotoGP Mandalika di atas lahan seluas 130 hektare akan rampung pada Juli 2021. Sementara untuk persipan keseluruhan penyelenggaraan MotoGP Mandalika, menurut Made Pari Wijaya, masih ada waktu sembilan bulan lagi.

Aris Joko Santoso menjelaskan, Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC membangun sirkuit jalanan sepanjang 4,3 kilometer yang meliputi 17 tikungan di antara beberapa bukit dalam kawasan. Sirkuit balap sepeda motor yang terletak di dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika ini terhubung ke enam pantai dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer.

Mandalika, Nusa Tenggara Barat memiliki sejumlah pantai cantik. dok.TEMPO

Enan pantai itu adalah Pantai Kuta Mandalika, Pantai Seger, Pantai Serenting, Pantai Tanjung Aan, Pantai Kliu, dan Pantai Gerupuk. Di pantai tersebut terdapat laguna yang dilengkapi fasilitas olahraga air. Tercatat ada 13 investasi senilai Rp 2,885 triliun untuk The Mandalika guna membangun sebelas akomodasi dan dua fasilitas pendukung berupa Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengolahan air bersih dan pompa bensin.

Akomodasi berupa hotel oleh Pullman, Royal Tulip, Paramount, Golden Tulip, Marriot, Aloft, Mandalika Beach Club, Marta. Ada pula Grand Aston, Cocomart, Laza. Semua akomodasi di The Mandalika itu memiliki 1.268 kamar hotel dengan tambahan 698 kamar hotel yang masih dalam tahap perancangan.

Sirkuit MotoGP Mandalika mampu menampung 185.700 penonton. Titik menonton terdiri dari Hospitality Suites berkapasitas 7.700 orang, empat titik lokasi Grand Stand Seating yang satu di antaranya merupakan lokasi utama dan General Admission yang tanpa tempat duduk untuk 138 ribu orang. Area paddock bisa diisi oleh 40 tim.

Sebelumnya, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC, Abdulbar M Mansoer merinci sejumlah sarana pendukung untuk perhelatan MotoGP Mandalika. Ada pembangunan akses jalan langsun atau bypass sepanjang 17,39 kilometer dengan Right of Way jalan selebar 50 meter dari Bandara Internasional Lombok ke The Mandalika oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bandara Internasional Lombok.

Ada pula Penambahan panjang landasan Bandara Internasional Lombok, peningkatan kapasitas dan aksesibilitas kargo, perluasan apron, pelebaran taxiway, hingga kegiatan promosi di Bandara Internasional Lombok oleh Angkasa Pura I. Di pelabuhan, Pelindo III dan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau ASDP, tengah mengembangkan fasilitas kargo dan dermaga untuk kepal pesiar. PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN turut menambah pasokan listrik di kawasan The Mandalika. Perusahaan angkutan DAMRI pun membuka rute baru yang melayani sejumlah titik di Lombok menuju The Mandalika.

Di kawasan wisata Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation atau ITDC membangun proyek Pink Mandalika. Mereka menanam 500 ribu batang bunga bougenville berwarna pink di atas lahan seluas 26,5 hektare sejak Mei 2020. Kebun bunga bougenville itu menambah indah kawasan sekaligus menjadi destinasi wisata.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT