Pentingnya Mencatat Siklus Menstruasi, Tak Sekedar Tahu Masa Subur
TEMPO.CO | 25/11/2020 19:50
Ilustrasi kalendar menstruasi. Freepik.com
Ilustrasi kalendar menstruasi. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kebanyakan wanita kadang lupa mencatat siklus menstruasi. Biasanya yang paling sering diingat kala menstruasi adalah rasa nyeri yang dirasakan. Padahal mencatat siklus menstruasi sangat penting. 

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Karina Cory mengatakan mencatat siklus menstruasi memiliki beberapa tujuan. "Misalnya kepentingannya untuk apa? Pertama untuk merencanakan kehamilan, dengan mengetahui masa subur sehingga pasangan tahu bisa berhubungan agar peluang hamil tinggi," ujarnya dalam acara HaloTalks Vol. 4, yang digelar virtual Rabu, 25 November 2020. 

Karina Cory melanjutkan setelah mengetahui masa subur, mencatat siklus menstruasi juga dapat mengetahui kapan mencegah pembuahan untuk pasangan yang tidak merencanakan kehamilan. Selain itu, dengan mengetahui siklus menstruasi juga dapat menghindari gejala-gejala PMS yang berat, serta mendeteksi masalah-masalah yang berhubungan dengan menstruasi. 

Ketika mencatat siklus menstruasi hal yang harus diperhatikan adalah tanggal pertama menstruasi. Siklus menstruasi yang umumnya berlangsung antara 21-35 hari, lama menstruasi 3-5 hari, dan banyaknya perdarahan yang dihitung dari jumlah pembalut yang digunakan. "Dengan mencatat, jika ada yang sesuatu yang tidak normal terjadi bisa tahu lebih dulu jika ada masalah, lalu konsultasi dengan doketer atau supaya tidak hamil dapat tahu kira-kira masa suburnya kapan, jadi lebih teratur prosesnya merencanakan atau menunda kehamilan," tambah dokter Karina. 

Beberapa gangguan menstruasi antara lain, hipermenorea dan hipomenorea yaitu perdarahan menstruasi yang teralu banyak dan terlalu sedikit, kelainan siklus melewati batas normalnya 21-35 hari sedangkan polimenorea sebelum 21 hari sudah menstruasi lagi atau bahkan tidak haid selama 3 bulan beruturut-turut. Sebaliknya jika lebih dari 35 hari disebut oligomenorea. Gangguan lainnya dismenore yaitu kesakitan pada perut bagian bawah sebelum dan saat menstruasi, serta gangguan metroragia yaitu perdarahan di luar siklus menstruasi. 

Karina menambahkan untuk menghindari gangguan menstruasi sebaiknya memperhatikan gaya hidup. Misalnya jenis makanan yang dimakan serta olahraga selama 45 menit 4x dalam seminggu. "Sebenarnya tergantung orangnya, yang jelas semua jangan berlebihan, usahakan makan makanan yang seimbang," ujarnya. 

Untuk mempermudah para wanita mencatat siklus menstruasi aplikasi Halodoc memperkenalkan fitur Period Tracker. Fitur ini Anda dapat mengatur tiga program sesuai kebutuhan, yaitu Monitor Siklus Menstruasi, Monitor Masa Subur, dan Perencanaan Keluarga. Beberapa kemudahan yang ditawarkan seperti log tanggal menstruasi, akses chat dengan ObGyn, kemudahan membeli produk terkait kesehatan reproduksi, dan kurasi artikel-artikel kesehatan sesuai dengan tujuan awal menggunakan fitur ini.

“Yang menarik dari perilaku pengguna yang kami amati adalah bagaimana aplikasi ini digunakan untuk melakukan perencanaan kehamilan. Setengah dari pengguna memilih program Monitor Masa Subur yang bertujuan untuk merencanakan kehamilan dengan matang,” ujar VP Marketing Halodoc, Felicia Kawilarang.  


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT