Singapura Buka Pameran Pertama Saat Pandemi Covid-19: Bukan Memanas-manasi
TEMPO.CO | 25/11/2020 18:19
Pameran TravelRevive yang berlangsung di Sands Expo and Convention, Singapura. Foto: Antaranews
Pameran TravelRevive yang berlangsung di Sands Expo and Convention, Singapura. Foto: Antaranews

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing membuka TravelRevive, sebuah pameran travel pertama yang berlangsung di masa pandemi Covid-19. Acara pameran yang dihadiri hampir seribuan orang ini diselenggarakan oleh jaringan industri travel ITB Asia dan Singapore Tourism Board.

Pameran aktual itu diadakan di Sands Expo and Convention, Singapura, mulai Rabu dan Kamis, 25 - 26 November 2020. "Pemerintah Singapura berkomitmen bekerja sama dengan mitra industri untuk memperkuat ketahanan sektor MICE dan berbuat lebih banyak untuk kebangkitan industri pariwisata dengan cara yang aman," kata Chan Chun Sing saat membuka pameran TravelRevive.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia atau Asperapi, Hosea Andreas Runkat turut serta dalam pameran tersebut. Hosea berharap Indonesia bisa mencontoh pameran dagang Travel Revive di Singapura ini. "Saya tadi kirim ke Kementerian Pariwisata, bukan memanas-manasi, tapi saya kasih lihat ke mereka kondisi di Singapore sudah berjalan," ujar Hosea di Singapura.

Beberapa hal yang dapat dicontoh misalkan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat, terdapat zona untuk penjual dan pembeli, hingga penerapan teknologi digitalnya. "Pulang dari sini, banyak yang bisa didapat untuk industri kita," kata dia.

Pameran TravelRevive yang berlangsung di Sands Expo and Convention, Singapura. Foto: Antaranews

Hosea melanjutkan, pameran TravelRevive menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali industri travel dan MICE dunia yang tiarap sejak pandemi Covid-19. Menurut dia, Singapura cukup berhasil memulai sesuatu yang dianggap tidak mungkin saat ini.

"Harusnya ada yang memulai. Kalau enggak ada yang memulai, maka enggak akan mulai-mulai," kata Hosea. Salah satu yang penting dalam mengadakan pameran, Hosea menambahkan, adalah dukungan pemerintah. "Pameran ini menjadi bukti kalau bisnis MICE masih eksis, masih berjalan. Harus ada dukungan pemerintah."

Panitia TravelRevive menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat untuk menghindari penularan Covid-19. Pameran dagang percontohan di Asia Pasifik ini sekaligus menguji coba prototipe baru untuk acara bisnis yang mempertemukan banyak orang, merancang perjalanan aman, dan dukungan aplikasi digital hasil kolaborasi Singapore Together dari Emerging Stronger Taskforce dan Alliance for Action.

Selain pameran perdagangan wisata, dalam acara TravelRevive juga terdapat diskusi panel, kelas master, dan pembaruan kerangka kerja industri MICE. "Singapura menata ulang berbagai acara bisnis dengan protokol yang ketat dan solutif guna mendukung industri MICE agar kembali berjalan, beradaptasi dan bertransformasi," kata Direktur Eksekutif Pameran dan Konferensi Singapore Tourism Board, Andrew Phua.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT