Epidemiolog Ingatkan Potensi Tambahan Kasus Covid-19 dari Pilkada dan Liburan
TEMPO.CO | 23/11/2020 20:37
Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato
Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. REUTERS/Issei Kato

TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Makassar, Prof. Ridwan Amiruddin, khawatir Pemilihan Kepala Daerah dan libur panjang pergantian tahun 2020-2021 bisa memicu lonjakan kasus COVID-19.

"Jadi ini dua agenda yang kami sedikit khawatirkan, jangan sampai ada pemicunya dan terjadi klaster baru di libur panjang dan Pilkada awal Desember," katanya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Pertumbuhan kasus COVID-19 yang fluktuatif dinilai masih sangat rawan dan berpotensi terjadinya lonjakan kasus, terlebih jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan.

Saat ini, klaster libur panjang pada Oktober 2020 sudah terlihat. Akibatnya, angka positivity rate yang sebelumnya di angka 3 persen sekarang naik menjadi 11 persen.

"Satu pekan terakhir ada kecenderungan meningkat sedikit meski tidak terlalu signifikan. Itu akumulasi dari liburan yang panjang, akumulasi klaster keluarga, dan kantor," katanya.

Ia berujar, COVID-19 hanya bisa diatasi dengan disiplin COVID-19, yakni melalui gerakan 3M, memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak.

"Jadi kami dari Satgas sangat mengharapkan pada paslon (pasangan calon), KPU, maupun Bawaslu tetap disiplin protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada sehingga tidak menjadi pemicu untuk peningkatan kasus di wilayah kita," urainya.

*Ini adalah artikel kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT