Mengetahui Makna Aksesori Suku Dani Papua dan Kelas Sosial Pemakainya
TEMPO.CO | 01/11/2020 10:11
Peserta mempertunjukan tarian tradisional dalam Festival Budaya Lembah Baliem,  di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 8 Agustus 2017. Walau pun keadaan sudah modern, tapi suku Dani tetap mempertahankan adat istiadat dan tradisi mereka de
Peserta mempertunjukan tarian tradisional dalam Festival Budaya Lembah Baliem, di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua, 8 Agustus 2017. Walau pun keadaan sudah modern, tapi suku Dani tetap mempertahankan adat istiadat dan tradisi mereka dengan menggunakan koteka. Tempo/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Suku Dani di Lembah Baliem, Papua, memiliki hiasan pada tubuh serta lambang sebagai aksesori. Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan hiasan dan lambang pada tubuh masyarakat Suku Dani memiliki makna dan mencerminkan kelas sosialnya.

"Aksesori yang melekat pada tubuh akan mempengaruhi penampilam dan sistem kepemimpinan dalam kehidupan sosial," kata Hari Suroto kepada Tempo, Minggu 1 November 2020. "Tokoh yang kuat, berani, cakap, terampil, dan dipercaya dapat melindungi serta mengatur kehidupan dan masa depan sukunya."

Aksesori pada lelaki dan perempuan Suku Dani, Papua, berbeda. Pada tubuh pria Suku Dani terdapat kare-kare berupa hiasan kepala seperti mahkota dari bulu burung berwarna merah atau putih. Ada pula kinisi atau puali, yaitu hiasan kepala dari bulu burung elang atau burung nuri atau bangau putih. Hiasan pada hidung berupa taring babi atau disebut wam esi.

Hiasan wajah berwarna putih di kening bernama herabuak, aksesori dari bulu ekor anjing di lengan kiri dan kanan disebut yeke esi, dan hiasan pada dada seperti dasi disebut walimo. Hiasan dari bulu burung elang di punggung disebut sawusa dan busana tradisional pria berupa holim atau koteka.

Suku Papua berkumpul untuk potret di festival Lembah Baliem ke-25 di Wamena, Papua, 8 Agustus 2014. Festival tersebut diselenggarakan tiap tahun di Lembah Baliem, yang merupakan rumah bagi tiga suku pedalaman Papua yakni, Dani, Lani dan Yali. (Agung Parameswara/Getty Images)

Peralatan yang selalu dipegang para pria berupa tombak panjang yang terbuat dari kayu berwarna hitam. Tombak ini disebut sege. Alat berburu atau alat perang berupa busur dan anak panah disebut sikhe. Benda seperti sulak berwarna putih bernama toktok dan benda seperti sulak berwarna hitam dari bulu burung kasuari disebut muliage.

Adapun aksesori pada perempuan Suku Dani berupa hiasan epala seperti mahkota dari bunga berwarna kuning disebut holusogom eken, aksesori dì leher dan dada (semacam dasi dari kulit kayu) disebut zion atau tipar. Rok tradisional bagi seorang gadis disebut sali dan rok tradisional bagi perempuan Suku Dani yang sudah menikah disebut yokal.

Rok masyarakat Suku Dani terbuat daru benang rajutan kulit kayu yang disebut pisak kagalek. Rok itu berwarna kuning atau merah pada lapisan atas yang disebut yokal ewe atau elyem.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT