Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Naik 10 Kali Lipat
TEMPO.CO | 30/10/2020 20:12
Wisatawan domestik menikmati pemandangan saat liburan Idul Adha 1441H di masa Adaptasi Kebiasaan Baru tahap II di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu, 1 Agustus 2020. Obyek wisata tersebut mulai dikunjungi wisatawan dari luar Pulau Bali dengan me
Wisatawan domestik menikmati pemandangan saat liburan Idul Adha 1441H di masa Adaptasi Kebiasaan Baru tahap II di obyek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu, 1 Agustus 2020. Obyek wisata tersebut mulai dikunjungi wisatawan dari luar Pulau Bali dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 meskipun jumlahnya masih sedikit. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Libur panjang cuti bersama Oktober 2020 memberikan angin segar bagi pariwisata Bali. Sejumlah objek wisata kembali bergeliat kedatangan wisatawan setelah sekian lama mati suri akibat pandemi Covid-19.

Salah satunya tampak di objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan. Sejak Kamis, 29 Oktober 2020, kunjungan sudah mencapai lebih dari 2 ribu wisatawan.

“Hari ini saja total kunjungan 2.125 wisatawan,” kata Humas Tanah Lot, Putu Erawan, Jumat, 30 Oktober 2020.

Sejak pandemi Covid-19 dan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup, Tanah Lot merasakan dampaknya langsung. Sebelum pandemi, kunjungan ke objek wisata terbesar di Bali ini mencapai rata-rata 6 ribu wisatawan setiap harinya.

“Sempat ditutup beberapa bulan, dibuka lagi. Namun yang berkunjung sekitar 200 wisawatan setiap hari,” ujar Erawan.

Ia berharap peningkatan kunjungan di tengah pandemi tetap terjaga hingga kembali bisa normal. Tanah Lot adalah salah satu destinasi wisata yang mengandalkan turis massal.

Peningkatan kunjungan juga terjadi di objek wisata Ulun Danu Beratan. Manajer pengelola Ulun Danu Beratan, Mustika menyebutkan pada Jumat ini, kunjungan mencapai 900 wisatawan.

Pada hari biasa selama pandemi, kunjungan ke objek wisata yang terkenal dengan Pura di tengah danau ini hanya sekitar 150 hingga 200 wisatawan setiap harinya. “Mudah-mudahan situasi bisa kembali normal,” ujar Mustika.

Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran Nomor untuk mengatur tentang kewaspadaan kegiatan libur panjang dan cuti bersama Oktober 2020 dalam rangka menekan kasus penularan Covid-19. Surat edaran ini mengatur pengelola objek wisata untuk melakukan pembatasan kunjungan hanya 50 persen dari kapasitas.

Pemerintah juga menurunkan Satpol PP untuk mengawasi penerapan protokoo kesehatan dibantu aparat TNI dan Polri.

Data dari Dinas Pariwisata Bali kunjungan wisatawan domestik ke pulau dewata mulai mengalami peningkatan. Pada 26 Oktober, jumlah wisatawan mencapai 5.000 orang, kemudian meningkat 6.300 orang pada 27 Oktober dan mencapai 9.500 orang pada 28 Oktober.

Kunjungan wisatawan domestik ke Bali, didominasi wisatawan yang datang dengan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, Makassar dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT