Tips Mencegah Anak Obesitas Selama Libur dan Belajar dari Rumah
TEMPO.CO | 30/10/2020 12:03
Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock
Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak pandemi Covid-19 terjadi pada Maret 2020, masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Orang tua bekerja dari rumah, anak belajar dari rumah, dan mengerem keinginan untuk keluar rumah, misalkan berolahraga di lapangan atau jalan-jalan.

Khusus bagi si kecil, mereka umumnya tergoda untuk bermain ponsel atau komputer atau menonton televisi setelah mengerjakan tugas sekolah. Ditambah kebiasaan ngemil dan kurang bergerak akan memicu berat badan anak melejit selama pandemi Covid-19.

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah – Puri Indah, Cynthia Rindang Kusumaningtyas berbagi tips mencegah obesitas pada anak sekaligus tetap menjaga daya tahan tubuhnya di masa pandemi Covid-19.

  • Mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang dengan jumlah secukupnya
  • Hindari camilan berkalori tinggi
  • Minum air putih dengan jumlah cukup
  • Makan sayur dan buah setiap hari agar si kecil cepat merasa kenyang dengan makanan sehat
  • Membuat jadwal makan bersama keluarga untuk mengurangi waktu menonton televisi atau main video games
  • Tetap beraktivitas fisik, seperti jalan pagi atau bermain sepeda dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah – Puri Indah, Cynthia Rindang Kusumaningtyas. Dok. RS Pondok Indah

Mengenai daya tahan tubuh anak, tetaplah memberikan Air Susu Ibu atau ASI bagi bayi sejak lahir hingga berusia 2 tahun atau lebih. Tetap rajin mencuci tangan dengan benar untuk mencegah penularan penyakit, dan lengkapi imunisasi anak sesuai jadwal yang dianjurkan.

Jangan lupa tidur cukup setiap hari, serta mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. "Apabila diperlukan, bawalah si kecil berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk memastikan asupan vitaminnya sudah terpenuhi," kata Cynthia Rindang dalam keterangan tertulis.

Apabila hendak memberikan suplemen kepada anak, Cynthia mengatakan, secara umum multivitamin dan mineral atau suplemen peningkat daya tahan tubuh tidak dibutuhkan pada anak yang tumbuh kembangnya normal dan anak mau mengkonsumsi makanan yang bervariasi. Sumber alami terbaik dari berbagai nutrien adalah makanan yang anak konsumsi sendiri.

Pada umumnya makanan anak yang bervariasi, termasuk kudapannya dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak. Termasuk saat anak mengkonsumsi berbagai makanan yang terfortifikasi, seperti sereal, susu, dan jus. "Hati-hati, pemberian vitamin yang berlebihan juga berpotensi menimbulkan toksisitas," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT