Waspada Wisata di Sekitar Gunung Merapi Yogakarta, Patuhi Aturan Berikut
TEMPO.CO | 29/10/2020 16:38
Erupsi Gunung Merapi terlihat dari wilayah Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 21 Juni 2020. Erupsi mengakibatkan hujan abu vulkanik yang terasa di delapan kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Erupsi Gunung Merapi terlihat dari wilayah Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 21 Juni 2020. Erupsi mengakibatkan hujan abu vulkanik yang terasa di delapan kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

TEMPO.CO, Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG Yogyakarta mencatat masih intensnya aktivitas Gunung Merapi pada akhir Oktober 2020 yang bertepatan dengan masa libur cuti bersama. Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan Gunung Merapi masih mengalami kenaikan kegempaan.

"Status aktivitas Gunung Merapi adalah waspada," kata Hanik Humaida pada Kamis, 29 Oktober 2020. Dia meminta masyarakat dan wisatawan tetap mematuhi peraturan agar tetap berada di luar radius 3 kilometer dari puncak Merapi. "Wisatawan yang datang harap mematuhi peraturan dan mengikuti perkembangan informasi terkini."

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Yogyakarta memantau puncak Gunung Merapi dari pos pantau Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat 10 April 2020. Pascaletusan pada pukul 09.10 WIB dengan tinggi kolom tiga ribu meter, TRC BPBD Yogyakarta bersama warga melakukan pemantauan langsung agar masyarakat merasa aman jika terjadi letusan susulan. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Pada Senin, 26 Oktober 2020 berlangsung peringatan Dasawarsa Merapi 2010 yang disiarkan secara daring. BPPTKG menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus terjadi sejak letusan pada 21 Juni 2020. Data Electronic Distance Measurement atau EDM di Pos Pengamatan BPPTKG menunjukkan terjadi inflasi pada tubuh Gunung Merapi. Artinya, siklus erupsi Gunung Merapi berikutnya kian dekat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Joko Supriyanto mengatakan aktivitas wisata ke kawasan atas Sleman di sekitar lereng Gunung Merapi tetap aman, asalkan wisatawan mematuhi rekomendasi pemerintah. "Aman dalam arti jika wisatawan tetap berada di luar radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi," katanya seraya menjelaskan destinasi wisata di sana yang paling dekat dengan Puncak Gunung Merapi berjarak sekitar 5 kilometer.

Kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Desa Kalitengah, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat 10 April 2020. Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 27 Maret - 2 April 2020, analisis morfologi area kawah menggunakan foto udara menunjukan volume kubah lava telah mencapai 291 ribu meter kubik dan sedikit mengalami perubahan bentuk. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Destinasi wisata yang letaknya paling dekat dengan puncak Gunung Merapi itu, antara lain Bukit Klangon dan Bunker Merapi. Joko menambahkan, wisatawan tak perlu khawatir akan peningkatan aktivitas Merapi yang statusnya belum bergeser dari waspada. Musababnya, sejumlah petugas terus memonitor gejala di sekitar kawasan Gunung Merapi.

Para petugas memantau di Pos Pantau Kalitengah, Pos Pantau Kepuh, Pos Pantau Turgo. Di pos-pos pantau tersebut, para petugas berjaga bersama relawan setempat di bawah binaan BPBD. Pos-pos pantau itu aktif melaporkan aktivitas yang terjadi di Gunung Merapi ke posko utama pengawasan Gunung Merapi di sektor Pakem. "Masa liburan seperti ini, monitoring aktivitas Gunung Merapi tidak pernah libur," ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT