Kota-kota Ini Populer Jadi Pilihan Wisatawan untuk Staycation
TEMPO.CO | 23/10/2020 08:41
Ilustrasi staycation. Foto: @pullmanjakartaindo
Ilustrasi staycation. Foto: @pullmanjakartaindo

TEMPO.CO, Jakarta - Staycation kini menjadi salah satu pilihan berwisata yang murah dan aman bagi masyarakat saat masa pandemi. Libur cuti bersama 2020 nanti bisa menjadi momen bagi Anda yang ingin melakukan staycation untuk melepas penat.

Kemana Anda akan staycation? Ternyata kota-kota yang selama ini jadi destinasi favorit untuk berlibur di Indonesia ternyata masih jadi primadona pelancong yang ingin staycation.

Vice President Operations of RedDoorz Adil Mubarak menuturkan Bandung dan Yogyakarta adalah sebagian dari lokasi properti yang banyak diminati konsumen platform tersebut menjelang cuti bersama. "Ada fasilitas tol juga memudahkan tamu ke properti. Sekarang yang ada peningkatan sedikit itu di Bandung dan Yogyakarta," kata Adil dalam konferensi pers virtual, Kamis, 22 Oktober 2020.

Sementara itu, berdasarkan data biro perjalanan daring Pegipegi, lokasi staycation yang paling banyak diminati adalah kota-kota besar di Indonesia.

"Untuk top 5 cities, masih di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Malang, dan Semarang," kata Corporate Communications Manager Pegipegi Busyra Oryza.

Pegipegi memprediksi kota-kota besar tersebut akan jadi destinasi favorit liburan nanti dilihat dari data pemesanan tiket pesawat sejak pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Juni lalu. Setelah ada relaksasi, masyarakat yang selama ini berdiam diri di rumah mulai berani bepergian ke luar kota.

"Jika kami lihat periode pemesanan tiket pesawat sejak dilakukannya pelonggaran PSBB Juni lalu hingga saat ini, lima destinasi favorit diantaranya adalah Medan, Jakarta, Makassar, Padang dan Pontianak," kata Busyra.

Untuk mengantisipasi peningkatan penumpang yang akan memanfaatkan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW pekan depan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta operator transportasi meningkatkan frekuensi perjalanan untuk mencegah penumpukan penumpang. Ia juga memastikan operator transportasi selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Pada 28 Oktober 2020 atau dimulainya cuti bersama diprediksi terjadi puncak arus kepadatan kendaraan. Masyarakat yang ingin berlibur diimbau untuk tidak bertumpu di satu hari tersebut demi mencegah potensi rawan terjadi penularan Covid-19.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT