Hari Ketahanan Pangan Nasional, Perusahaan Ini Ajak Masyarakat Konsumsi Protein
TEMPO.CO | 18/10/2020 23:24
Ilustrasi daging ayam. Tabloidbintang
Ilustrasi daging ayam. Tabloidbintang

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk (JAPFA) berupaya mendorong konsumsi protein masyarakat melalui bekerja sama dengan beberapa pasar digital. "Perluasan layanan penjualan online ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen kami dalam mendukung program peningkatan ketahanan pangan nasional melalui penyediaan kebutuhan sumber protein hewani yang cukup dan terjamin kualitasnya bagi masyarakat,” kata Rachmat dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 16 Oktober 2020.

Terkait kebutuhan protein hewani masyarakat, tingkat konsumsi protein di Indonesia masih tergolong rendah. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyebutkan, tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia pada 2017 rata-rata 1,8 kilogram untuk daging sapi dan 7 kilogram daging ayam. Angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata tingkat konsumsi dunia yang mencapai 6,4 kilogram daging sapi dan 14 kilogram daging ayam (OECD, 2018). Sementara itu menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Desember 2019, tingkat konsumsi ikan di Indonesia adalah 50,49 kilogram dari target 54 kilogram per kapita pada 2019.

JAPFA pun berkomitmen menyediakan bahan makanan protein hewani untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia. Sebagai perusahaan agribisnis berstandar internasional, JAPFA pun berupaya memperkuat strategi ketahanan pangan nasional terutama pada masa pandemi COVID-19.

Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya menegaskan timnya mendukung sepenuhnya program penguatan ketahanan pangan nasional. "Melalui upaya konsisten dalam menjamin penyediaan protein hewani berkualitas dengan harga terjangkau untuk memenuhi gizi masyarakat, terutama pada masa pandemi ini,” katanya.

Upaya yang dilakukan perusahaan, menurut Rachmat antara lain menjamin keamanan dan kualitas daging ternak mulai dari penyembelihan dengan menerapkan metode ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Sedangkan untuk produk perikanan, budidaya dilakukan secara berkelanjutan dengan pakan apung berkualitas tinggi, juga pada saat panen diangkut dalam kondisi hidup sebelum dilakukan proses pengolahan.

Rachmat mengatakan timnya memperoleh bahan dari sumber yang terjamin kualitasnya, baik untuk produk perikanan, daging ayam, maupun daging sapi. "Untuk pasokan daging ayam dan sapi kami juga memperolehnya dari jaringan peternak terintegrasi yang telah menjadi mitra perusahaan kami,” ujar Rachmat. Dia menambahkan, hal tersebut untuk menjamin bahan yang segar dan berkualitas.

Dalam upaya menjaga kesegaran bahan baku daging dan ikan, timnya pun menggunakan teknologi cold storage, serta mengaplikasikannya sesuai standar keamanan pangan domestik dan global. Proses penting ini dijalankan dengan disiplin dan pengawasan yang ketat untuk memastikan kandungan protein daging dapat terjaga saat sampai di tangan konsumen.

Produk yang disediakan mulai dari produk protein hewani yang belum diolah sampai dengan makanan olahan. Bentuk produk yang dihasilkan, antara lain daging ayam, daging sapi, udang, eel (sidat), dan ikan tilapia (nila). Adapun hasil olahannya, antara lain chicken nugget, sosis, pempek, dan otak-otak.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT