Stres Hadapi Anak Sulit Makan? Atasi Dengan Cara Jitu Ini
TEMPO.CO | 02/10/2020 09:15
Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock
Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi anak-anak, memilih makanan adalah hal yang biasa. Secara khusus, mereka pasti lebih menyenangi makanan yang berwarna-warni dan manis. Sebaliknya, mereka akan menghindari jenis-jenis yang kurang berwarna dan rasa asam serta pahit.

Sayangnya, pilih-pilih makanan bukan hal yang baik lantaran ini berhubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan tubuh anak. Untuk itu, penting bagi orang tua agar bisa memberikan berbagai variasi makanan dan membujuk anak mengkonsumsinya.

Lalu, bagaimana jika ia tetap menolak? Psikolog anak dari Tiga Generasi, Putu P. D. Andani pun membagikan tipsnya. Pertama, ia mengimbau agar orang tua mengajak anak terlebih dahulu berkontribusi dalam menyusun makanan mereka sendiri.

Caranya, orang tua bisa memberikan pilihan makanan yang masing-masing terdiri dari lauk pauk hingga sayuran dan buah. Kemudian anak dapat memilih lauk apa yang diinginkan, begitupun sampai sayuran dan buah. “Kadang anak merasa tidak mau makan karena itu bukan pilihan yang mereka suka. Jadi alternatif supaya anak tanggung jawab dengan makanannya adalah meminta mereka memilih sendiri, namun syaratnya semua isi piringku harus tetap terpenuhi,” katanya dalam webinar Bicara Gizi pada 30 September 2020.

Jangan lupa untuk melibatkan anak pula dalam proses menyiapkan makanan. “Misalnya, anak yang usianya tergolong lebih kecil dapat mencuci sayur dan buah, sedangkan anak yang lebih besar bisa memotong serta mencampur adonan. Ini pasti membuat anak lebih semangat mengkonsumsi makanannya,” katanya.

Putu juga mengingatkan pentingnya interaksi antar keluarga. Dalam hal ini, orang tua sebaiknya ikut makan bersama dengan anak. Jangan pula memilih makanan karena anak pasti akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya. “Di zaman teknologi ini, banyak orang tua yang pulang ke rumah lalu sekedar menemani anak makan sambil main handphone. Sebenarnya ini bukan pengaruh yang baik. Karena bagaimanapun juga, kebersamaan di meja makan menjadi pengaruh semangat anak untuk mengkonsumsi makanannya,” katanya.

Memilih bahasa dan kata-kata yang benar saat berinteraksi di meja makan juga digarisbawahi pentingnya oleh Putu. Menurutnya, orang tua wajib meninggalkan kalimat yang bersifat memaksa seperti ‘kakak harus coba makanannya. Ini enak’. “Jangan memaksa karena anak itu semakin dipaksa, semakin tidak mau. Yang benar, tingkatkan rasa penasarannya dengan ‘kak, itu buah warna apa sih? Baunya bagaimana?’. Rasa penasaran ini akan memicunya tertarik mencoba,” katanya.

Menambahkan Putu, Dokter Spesialis Gizi Juwalita Surapsari juga mengatakan bahwa orang tua bisa memberikan pemahaman tentang pentingnya konsumsi makanan yang bervariasi. Namun, ini harus disesuaikan dengan usia anak. “Kita harus satu frekuensi dengan anak agar dia paham. Misalnya kalau anak kecil dan punya pengalaman susah buang air besar. Di situ orang tua bisa menjelaskan, kotoran bisa dibantu didorong lewat konsumsi buah dan sayur. Pasti setelah itu anak sadar dan anak mau makan makanan tersebut,” katanya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT