5 Hal yang Bikin Smoothie jadi Tidak Sehat untuk Sarapan, Bisa Merusak Diet
TEMPO.CO | 01/10/2020 05:45
Ilustrasi smoothie pisang dan blueberry (Pixabay.com)
Ilustrasi smoothie pisang dan blueberry (Pixabay.com)

TEMPO.CO, JakartaSmoothie buah dan sayuran jadi salah satu pilihan sarapan yang sehat. Selain mengenyangkan, minuman ini juga kaya akan nutrisi penting yang menyehatkan. Smoothie kaya akan serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan lain-lain yang membantu meningkatkan metabolisme dan membantu penurunan berat badan.

Namun, tak semua smoothie menyehatkan. Jika dibuat dengan cara yang tidak tepat, smoothie justru bisa merusak program penurunan berat badan. Sayang, kan?

Berikut lima alasan smoothie jadi minuman tidak sehat yang bisa menggagalkan program diet Anda.

1. Jus kemasan

Jus buah kemasan biasanya mengandung tambahan gula. Kelebihan gula akan menambah ukuran lingkar pinggang. Cobalah membuat sendiri di rumah. Atau pilih alternatif seperti susu almond tanpa gula. 

2. Smoothie hanya berisi buah-buahan

Jika hanya sarapan hanya berupa smoothie, maka buah-buahan saja tidak cukup. Tambahkan nutrisi penting di dalam smoothie seperti protein, serat, dan lemak. Pilihannya antara lain alpukat, bubuk protein, biji rami, dan selai kacang. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, tambahan itu akan membuat Anda kenyang lebih lama.

3. Tanpa kontrol

Meski smoothie, Anda juga harus mengontrol porsinya. Mengonsumsi smoothie berlebihan hanya akan menambah lebih banyak gula dan karbohidrat. 

4. Tambahan gula

Meski dibuat sendiri di rumah, manfaat kesehatan smoothie akan berkurang jika ditambahkan gula. Jadi, untuk menambah rasa, ganti gula dengan satu sendok the madu dan sedikit garam.

5. Ekstra topping di mangkuk

Sebagian orang senang menyajikan smoothie di dalam mangkuk. Cara ini akan membuat Anda tergoda menambahkan banyak topping yang belum tentu baik. Jadi, sebaiknya sajikan di dalam gelas agar topping-nya pun terbatas.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT