Garam Bisa Tersembunyi di Makanan, Cegah Hipertensi dengan Tips Mudah Ini
TEMPO.CO | 23/09/2020 21:39
Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com
Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Asupan garam dibutuhkan tubuh terutama otot dan saraf agar bisa berfungsi normal. Namun, jumlahnya tak boleh berlebihan. Hanya boleh lima gram atau satu sendok teh per hari. Pembatasan konsumsi garam penting agar Anda tak kena hipertensi, stroke dan kondisi kesehatan berbahaya lainnya.

Oleh karena itu, mengontrol asupan hariannya menjadi poin utama di sini. Park Sungjin, pemimpin grup band K-pop DAY6 misalnya, mengontrol asupan garam dengan tidak mengonsumsi sup dengan kandungan garam tinggi.

Sungjin yang masih dalam pemulihan kondisi fisik melalui sebuah siaran di laman V Live belum lama ini mengaku sadar asupan garam berlebihan tak bagus untuk kesehatannya. Tak hanya itu, mengontrol asupan garam juga menurut dia membantu menurunkan berat badannya.

Di sisi lain, sebenarnya masih ada cara lain untuk mengurangi asupan garam secara alami, salah satunya memantau atau bahkan menulis makanan yang Anda konsumsi, jumlahnya dan level sodium atau garamnya. Pakar diet di North Dakota State University, Julie Garden-Robinson merekomendasikan aplikasi yang bisa membantu Anda seperti MyFitnessPal, Shopwell dan Calorie Counter & Food Diary.

Kemudian, jika Anda tak tahu fakta nutrisi makanan Anda, Anda bisa menghindari sodium berlebihan dengan mengikuti akronim SCIP (smoked, cured, instant, and processed), yakni jauhi makan diasap, diawetkan, instan dan diproses.

Makanan yang diproses menggunakan metode SCIP biasanya lebih banyak mengandung garam. Satu cangkir salmon asap misalnya, mengandung 1066 mg sodium, sementara salmon mentah kandungan sodiumnya 117 miligram. "Kita mungkin berpikir makanan mengandung garam di meja. Namun, makanan olahan merupakan bagian terbesar dari natrium yang kita konsumsi," kata Robinson seperti dilansir dari Insider, Rabu 23 September 2020.

Alternatif sehat yang dapat membantu Anda menurunkan asupan natrium, yakni menyiapkan makanan Anda sendiri menggunakan bahan-bahan segar, tanpa garam, atau rendah natrium. Ini memberi Anda kendali paling besar atas berapa banyak natrium dalam makanan Anda.

Dalam memasak, daging atau kacang-kacangan bisa Anda siapkan menggunakan rempah-rempah seperti jintan dan cabai yang dapat memberi Anda banyak rasa tanpa harus melewati batas asupan garam harian. Tambahkan sedikit paprika dan bawang bombai yang ditumis tipis-tipis atau bahan lain untuk menambah cita rasa segar.

Coba kurangilah keju parut, karena biasanya kandungan natriumnya lebih banyak. Sementara itu, Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood, Moch. Aldis Ruslialdi menyarankan mengurangi asupan saos, kecap atau sambal saat makan. "Bisa mengurangi konsumsi produk olahan, menambahkan rempah-rempah (dalam masakan), bawang putih (untuk beberapa jenis masakan), jamur-jamuran, mengonsumsi makanan segar seperti buah dan sayur atau memilih produk rendah garam," ujar dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT