Tidak Kreatif Kelola Sampah Anorganik, Coba Buang di Dropbox Sampah Kemasan Ini
TEMPO.CO | 22/09/2020 23:21
Dropbox Sampah Kemasan kerja sama HERO Group, Nutrifood dan Garnier /Nutrifood
Dropbox Sampah Kemasan kerja sama HERO Group, Nutrifood dan Garnier /Nutrifood

TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Tasya Kamila mengatakan bahwa anak muda berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Maklum, salah satu sifat anak muda Indonesia itu konsumtif. Buktinya anak muda sangat rajin belanja online, khususnya saat pandemi ini. "Sayangnya, sifat konsumtif seperti belanja online itu menghasilan banyak sekali sampah plastik," kata Tasya Kamila dalam acara peluncuran Program Dropbox Sampah Kemasan untuk Mendukung Terwujudnya Indonesia Bebas Sampah 2030 pada 22 September 2020.

Menurut Tasya Kamila, agar sifat konsumtif itu bisa dibarengi dengan menyelamatkan lingkungan, ada baiknya anak muda ikut mengelola sampah mereka. Duta Lingkungan Hidup itu mengingatkan bahwa anak muda bisa mengelompokkan sampah mereka. "Yang paling mudah kelompokkan sampah menjad kategori sampah basah dan sampah kering dulu," katanya.

Sampah basah alias sampah organik, bisa diselesaikan dengan membuat tabung composter pribadi di masing-masing rumah. Sampah basah yang biasanya terdiri dari kulit buah, sisa makanan, atau potongan sisa masakan di dapur itu bisa dikelola menjadi kompos. "Sudah ada banyak sekali cara membuat tabung composter di media sosial. Masyarakat bisa mempelajarinya," katanya.

Lalu untuk sampah kering, Tasya Kamila menyarankan agar dikumpulkan dan didistribusikan di bank sampah. Bisa pula mengelola kembali berbagai sampah kering yang memang bisa didaur ulang. "Bila kita orangnya tidak kreatif banget, bisa juga kok sampah kemasan disalurkan ke drop box sampah terdekat," kata Tasya.

PT Hero Supermarket, Tbk (HERO Group), Nutrifood dan Garnier baru berkolaborasi meluncurkan program Dropbox Sampah Kemasan. Kegiatan ini sebagai salah satu wujud mengurangi jumlah sampah kemasan. Aksi kolaborasi ini diawali dengan penempatan lima Dropbox Sampah Kemasan di sejumlah gerai Giant di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, antara lain Giant CBD Bintaro, Giant BSD City Serpong, Giant Harapan Indah Bekasi, Giant Tole Iskandar Depok, serta Giant Taman Yasmin Bogor pada pada minggu ke-3 bulan September.

Jumlah Dropbox Sampah Kemasan pun akan terus ditingkatkan serta diperluas ke berbagai gerai HERO Group. Jenis sampah yang dikumpulkan pada Dropbox Sampah Kemasan adalah valuable inorganic waste yang dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori sampah kemasan kertas seperti dupleks, kotak minuman, cup kertas, dus kosmetik dan sejenisnya. Kategori kedua adalah sampah kemasan plastik seperti botol plastik, gelas plastik, tube plastik, sachet atau bungkus plastik. Kategori ketiga adalah sampah kemasan kaca seperti botol kaca, toples kaca.

Head of Corporate Communication Nutrifood, Angelique Dewi mengingatkan bahwa berdasarkan data Sustainable Waste Indonesia tahun 2018, Indonesia diperkirakan menghasilkan 64 juta ton sampah per tahun. Besarnya jumlah sampah tersebut bersumber dari rumah tangga 48 persen, pasar tradisional 24 persen, kawasan komersial 9 persen dan sisanya dari fasilitas publik. Dari jumlah sampah tersebut, hanya 7 persen yang berhasil didaur ulang, sedangkan 69 persen berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 24 persen dibuang tanpa ijin. "Nutrifood percaya bahwa diperlukan sinergi aktif antara produsen, retail, pemerintah, komunitas serta konsumen untuk bersama-sama mengurangi laju jumlah sampah kemasan. Senang sekali hari ini kita dapat melihat kolaborasi tersebut terjadi melalui peluncuran Dropbox Sampah Kemasan ini,” katanya.

Head of Communication and Government Relations, Hero Supermarket, Diky Risbianto menjelaskan kegiatan ini adalah langkah perusahaan guna menciptakan kualitas lingkungan dan kesehatan yang lebih baik serta mendorong pendidikan masyarakat atas pengelolaan sampah. "Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menginspirasi konsumen untuk ikut mengurangi jumlah sampah ke TPA dengan mendaur ulang sampah kemasan mereka," katanya.

CPD Communications Manager, L’Oréal Indonesia Mohamad Fikri selaku perwakilan dari Garnier Indonesia mengatakan Garnier berkomitmen untuk mengubah seluruh rantai nilai kami menjadi lebih ramah lingkungan tanpa berkompromi mengenai keamanan dan kualitas produk kami. Timnya pun ingin melawan polusi plastik di Indonesia, salah satunya dengan menyediakan Dropbox Sampah Kemasan. "Kami berharap dapat menjadi katalisator perubahan di sektor kecantikan dan sektor lainnya, untuk menginspirasi konsumen kami dan masyarakat pada umumnya untuk turut menciptakan planet yang lebih hijau dan masa depan yang lebih baik lagi,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh sampah yang telah terkumpul akan diangkut oleh mitra penjemput, yaitu Bank Sampah Rumah Harum Depok, untuk selanjutnya disalurkan dan diolah oleh sentra-sentra daur ulang menjadi barang-barang yang berguna serta bernilai ekonomi. Bank Sampah memegang peranan penting dalam mendorong dampak positif terhadap pengelolaan lingkungan serta mampu menciptakan dampak di bidang sosial dan ekonomi. Bank sampah bisa memberdayakan komunitas setempat, menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan penghasilan tambahan serta meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT