Ada PKL Malioboro Meninggal Dunia Akibat Positif Covid-19, Begini Kronologinya
TEMPO.CO | 06/09/2020 19:24
Fasilitas cuci tangan di ujung jalan Malioboro Yogya menjadi satu upaya mencegah penularan Covid-19 agar tak terjadi di kawasan wisata utama ini. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Fasilitas cuci tangan di ujung jalan Malioboro Yogya menjadi satu upaya mencegah penularan Covid-19 agar tak terjadi di kawasan wisata utama ini. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Jalan Malioboro kembali menjadi sorotan karena pandemi Covid-19. Pasalnya, Pemerintah Kota Yogyakarta mengkonfirmasi ada satu pedagang kaki lima (PKL) perempuan berusia 68 tahun di kawasan Malioboro meninggal dunia, pada Jumat 4 September 2020. Ia diketahui positif terpapar Covid-19.

"Jumat malam (4 September 2020) lalu, ada satu pedagang yang biasa jualan tas dan dompet di zona 3 Malioboro meninggal, yang terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, pada Ahad, 6 September 2020.

Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta menjelaskan kronologi kasus Covid-19 yang menimpa pedagang itu. Pedagang itu diketahui
terakhir berjualan pada 26 Agustus 2020 dari pagi sampai malam. Lalu pada 27 Agustus, ia sudah tidak jualan lagi karena badannya terasa demam saat sore hari, lemas dan batuk. Lalu ia tinggal di rumah saja.

Kemudian pada tanggal 1 September 2020 pedagang itu memeriksakan diri ke Puskesmas dekat kediamannya. Namun karena kondisinya terus memburuk pada 2 September, ia di bawa ke rumah sakit dan saat rapid test hasilnya reaktif kemudian diikuti tes swab atau uji usap.

Saat tanggal 4 September 2020 hasil swab pedagang itu keluar, rumah sakit mengkonfirmasi dirinya positif Covid-19. Namun, baru sesaat diketahui positif Covid, pedagang itu sudah meninggal dunia sore harinya dan langsung dimakamkan malam hari itu juga di Kulonprogo.

Menindaklanjuti temuan itu, Pemkot Yogyakarta melakukan upaya tracing sejak Sabtu 5 September 2020. Setidaknya ruas PKL di zona 3 atau yang ditempati pedagang itu dan dihuni setidaknya delapan PKL ,ditutup alias diliburkan sementara. Kedua ruas itu berdekatan dengan stan PKL yang meninggal tersebut.

Penertiban pengunjung yang tak memakai masker dalam bentuk penyitaan kartu tanda penduduk (KTP) di Malioboro terus digencarkan guna meminimalisir penularan Covid-19. TEMPO/Pribadi Wicaksono

"Kami sedang melakukan tracing terhadap mereka yang melakukan kontak erat dengan almarhumah. Baik yang ada di sekitar lapak jualan PKL maupun yang ada di sekitar rumah tinggalnya sementara, di wilayah Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta," ujarnya.

Saat ini, keluarga PKL yang kontak erat diketahui baru pada anak menantu dan cucunya. Anak dan menantu yang mengantar berobat ke Puskesmas dan sempat menggantikan jualan juga diperiksa kesehatannya. Termasuk yang sempat salat berjamaah dengan almarhumah juga sudah diminta isolasi mandiri.

"Untuk kontak erat para PKL Malioboro kami sudah minta isolasi mandiri dan periksa kesehatan," ujar Heroe. Sementara pedagang PKL lainnya masih diizinkan berjualan. "Secara umum kondisi di Malioboro masih aman. Sebab yang kontak erat dengan pedagang itu sudah diliburkan dan isolasi mandiri," ujarnya.

Heroe mengatakan penyebab penularan di Malioboro masih ditelusuri, apakah dari pembeli atau dari lainnya, belum bisa ditentukan. "Saat ini, jangan berspekulasi apapun terhadap kasus ini. Sebab yang positif di Malioboro ditemukan satu orang pedagang, yang lainnya menunggu hasil tracing," kata Heroe.

Heroe pun berharap kasus di Malioboro itu tidak meluas. Sehingga saat ini semua kontak erat terkait pedagang itu diperiksa semua. Soal dua ruas pedagang PKL yang harus diliburkan itu akan sampai kapan, Heroe menyatakan akan menunggu semua tracing selesai dilakukan.

Heroe menyatakan saat ini belum sampai meminta pengunjung di kawasan Malioboro untuk memeriksakan diri. Sebab pihaknya juga masih menunggu hasil tracing.

Heroe membeberkan sejak 18-27 Agustus 2020, wisatawan yang mengunjungi dan mengisi QR Code di Malioboro berjumlah 30.116 orang, dan yang masuk zona 3 ada 3.698 orang. Tidak semuanya masuk di zona 3 ruas pedestrian barat. Dan pemerintah Kota Yogya juga sudah mempunyai nomer kontak para pengunjung itu.

"Saatnya nanti jika pengunjung perlu untuk periksa akan kami hubungi melalui nomor WhatsApp-nya untuk diperiksa," ujarnya.

Suasana stan PKL di Malioboro. Para pedagang dan pembeli diharapkan patuh pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Pribadi Wicaksono

Hanya saja, kata Heroe, saat ini imbauan yang perlu dipatuhi pengunjung adalah tetap patuh protokol Covid-19, "Teruslah pakai masker di manapun, tidak berkerumun, dan selalu cuci tangan. Serta mengurangi interaksi. Sambil menunggu pemberitahuan lebih lanjut," kata dia.

PRIBADI WICAKSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT