Malala Yousafzai Bikin Klub Buku yang Menampilkan Perempuan Penulis Inspiratif
TEMPO.CO | 21/08/2020 20:15
Malala Yousafzai, penerima Nobel perdamaian saat pertemuan dengan remaja perempuan Complexo da Penha yang bekerja pada organisasi sepak bola Street Child United di pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, 11 Juli 2018. REUTERS/Ricardo Moraes
Malala Yousafzai, penerima Nobel perdamaian saat pertemuan dengan remaja perempuan Complexo da Penha yang bekerja pada organisasi sepak bola Street Child United di pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, 11 Juli 2018. REUTERS/Ricardo Moraes

TEMPO.CO, JakartaMalala Yousafzai telah menyelesaikan pendidikannya di program sarjana Fakultas Filosofi Politik dan Ekonomi Universitas Oxford, Inggris. Univeritas Oxford pada Juni 2020. Aktivis, peraih Nobel perdamaian, dan penulis 23 tahun itu kini tengah menyiapkan klub buku digitalnya yang akan beroperasi mulai Oktober 2020.  

Klub buku Malala disebut 'Fearless'. Klub ini akan menampilkan permepuan penulis berani dan menginspirasi yang menggambarkan dunia dalam perspektif yang berbeda. Setiap bulan Malala akan memilih buku yang akan dia baca, kemudian didiskusikan dengan pengikutnya. Klub buku digital akan dipandu oleh Literati, klub buku global yang berbasis di Austin, Texas, Amerika Serikat.

"Orang-orang sudah mendengar cerita saya. Saya pikir sudah waktunya orang mendengarkan cerita perempuan lain juga," kata penerima Nobel termuda ini, dikutip dari situs Literati.

Berbicara tentang klub buku baru, Malala mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bustle bahwa dia ingin pembaca mendapatkan hal baru dalam dunia sastra.

"Harapan saya adalah agar para pembaca bergabung untuk mengeksplorasi ide dan suara baru di dunia sastra ... Dan saya berharap ini menjadi momen pemberdayaan bagi para penulis."

Buku favorit perempuan asal Pakistan itu adalah 'The Alchemist' karya Paulo Coelho. Dia juga mengatakan bahwa dia lebih suka membaca buku non-fiksi. "Kebanyakan otobiografi dan cerita kehidupan nyata, atau novel yang mencerminkan dunia nyata".

Malala Yousafzai juga menulis beberapa buku, termasuk I Am Malala, We Are Displaced, dan Malala's Magic Pencil.

Malala yang pernah jadi sasaran peluru kelompok Taliban pada 2012 mengaku sangat gembira menyelesaikan pendidikan sarjananya. Sambil berseloroh, dia mengaku ingin menikmati waktu luangnya dengan membaca dan menonton layanan video berbayar Netflix, sementara waktu.

"Saya tidak tahu ke depan akan seperti apa. Untuk saat ini saya ingin menonton Netflix, membaca dan tidur," tulis dia di akun Twitter, saat mengumumkan kelulusannya.

TIMES OF INDIA | GLAMOUR 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT