Simak Daftar 10 Camilan Asal Indonesia yang Disukai Turis Mancanegara
TEMPO.CO | 18/08/2020 08:46
Hidangan kopi hitam dan pisang goreng di Warkop Millenium, Belitung. Foto: @warkop_millenium2000_belitong
Hidangan kopi hitam dan pisang goreng di Warkop Millenium, Belitung. Foto: @warkop_millenium2000_belitong

TEMPO.CO, Jakarta - Di hotel-hotel berbintang ataupun di Youtube, banyak makanan ringan atau camilan Indonesia yang digemari wisatawan asing. Bahkan situs Taste Atlas membuat 10 daftar camilan Indonesia yang populer di kalangan turis mancanegara.

Berikut 10 camilan yang lazim ditemukan di Indonesia, bahkan beberapa di antaranya bisa ditemui di luar kota asalnya, seperti pempek. Bahkan, penduduk Indonesia juga tak mengenal lagi asal satu camilan, semisal pisang goreng. Camilan satu ini bisa ditemukan di seluruh Indonesia. 

Pisang Goreng
Pisang goreng bahan utamanya pisang raja dan pisang kepok. Digolongkan camilan sehari-hari yang umum disantap di seluruh Indonesia. Mereka datang dalam berbagai versi di mana buahnya hanya digoreng dengan minyak dangkal ada juga yang dilapisi adonan tepung sebelum digoreng -- sampai berwarna keemasan.

Selain kerap dimodifikasi dengan lelehan cokelat manis, susu, dan keju, pisang goreng juga muncul dengan nama yang berbeda seperti godoh biu di Bali atau gedhang goreng di Jawa. Mereka secara tradisional dijual di warung pinggir jalan dan gerobak. Pisang goreng dikelompokkan dalam hidangan gorengan — jajanan yang digoreng khas Indonesia.

Versi pisang goreng yang lebih rumit disajikan dengan taburan gula bubuk dan kayu manis, disiram dengan cokelat, atau ditemani selai atau es krim. Hidangan berbahan dasar pisang serupa ditemukan di wilayah dan negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Filipina (maruya) dan Malaysia (kuih kodok).

Kripik

Ilustrasi keripik kentang. Shutterstock
Kripik atau keripik di Indonesia memiliki rasa manis dan gurih, bahkan ada varian pedas manis. Dibuat dari ikan, sayur, atau buah. Adapula yang berasal dari talas, sukun, nangka, dan salak. Untuk membuat keripik, semua bahan dipotong tipis kemudian digoreng dengan minyak sayur hingga renyah.

Varietas yang paling populer termasuk kripik singkong (keripik singkong) dan kripik pisang (keripik pisang). Kripik termasuk golongan krupuk yaitu keripik yang lebih besar, sedangkan kripik berukuran lebih kecil, tetapi bahannya lebih beragam. Sehingga hampir semua buah, umbi, sayur, atau kacang-kacangan dapat dimasukkan ke dalam kripik.

Keripik sangat beragam, misalnya yang berbahan ubi jalar, ceker ayam, singkong dan cabai, bayam, dan teripang. Dan selalu ada ruang munculnya keripik-keripik dengan bahan-bahan baru, yang memperkaya ragam camilan ini. 

Gorengan
Gorengan adalah nama generik yang merujuk pada berbagai macam jajanan goreng khas Indonesia yang bisa dibuat dengan berbagai bahan. Baik gurih maupun manis, gorengan biasanya memadukan adonan telur dengan berbagai tambahan seperti pisang, tempe, tahu, ubi, atau nangka.

Bahan-bahannya bisa diiris halus dan dimasukkan ke dalam adonan atau sekadar dicelupkan sebelum digoreng. Gorengan adalah salah satu jajanan kaki lima paling umum di Indonesia yang dijual di banyak pasar di seluruh negeri.

ilustrasi gorengan (Freepik.com)

Meskipun jenisnya beragam, beberapa varietas yang paling populer adalah pisang goreng, ubi goreng, aci goreng (adonan tapioka goreng), tahu goreng, dan singkong goreng.

Lemper
Lemper adalah makanan ringan gurih asal Indonesia yang dibuat dari nasi ketan dengan isian suwiran ayam, ikan, atau abon yang kemudian digulung dalam daun pisang atau kertas timah. Beberapa di antaranya setelah dibungkus, masih harus dipanggang untuk mendapatkan aroma asap.

Versi lemper isi ayam disebut lemper ayam, sedangkan versi lain yang mirip lemper antara lain adalah semar mendem, yaitu ayam suwir dengan ketan, tapi dibungkus dengan telur dadar tipis.

Ilustrasi bakso goreng. Foto: @maraafi.kitchen

Bakso Goreng
Bakso goreng adalah camilan renyah peranakan. Bakso goreng merupakan salah satu varian bakso. Sementara bakso berkuah merupakan hidangan yang disajikan di restoran dan warung makan hampir di seluruh kota-kota di Indonesia.

Bakso biasanya dibuat dengan kombinasi ayam, daging sapi, ikan, udang, dan babi, atau salah satunya. Untuk membuat bakso goreng, bakso diolah menggunakan daging giling dan campuran merica, bawang putih, minyak wijen, tepung terigu, telur, pati, gula, dan garam.

Bakso digoreng untuk mendapatkan bagian luar yang berwarna cokelat keemasan dan renyah, dan biasanya disajikan panas dengan saus sambal di sampingnya.

Rujak Buah
Rujak buah berasal dari Jawa. Ini juga sangat populer di Singapura dan Malaysia. Ada banyak variasi di seluruh negeri, tetapi jenis yang paling populer adalah rujak buah, yang terdiri dari buah-buahan segar musiman dengan rasa asam atau hambar. Disajikan dengan saus pedas dan manis yang mengandung gula aren.

Rujak buah dengan saus gula merah dan kacang. Foto: @domo.creative

Saus atau sambalnya, selain berbahan gula aren, juga mengandung air, kacang tanah goreng, terasi asam, dan cabai rawit. Rujak buah kadang juga diberi petis atau pasta udang. Beberapa buah yang digunakan untuk rujak antara lain apel, mangga muda, pepaya, nanas, dan kedondong.

Menariknya, rujak merupakan salah satu masakan tertua di Jawa, yang bisa didapati di restoran, dan paling sering di gerobak jalanan. Kebanyakan orang makan rujak pada jam-jam terpanas di siang hari. Versi lainnya, buah tak hanya diiris, tapi diparut atau dihaluskan.

Bakwan
Bakwan atau bala-bala adalah sayuran yang dicampur dalam adonan tepung kemudian digoreng. Tepung yang digunakan umumnya berasal dari tepung beras atau tepung terigu, dan kadang-kadang kombinasi dari keduanya. Tepung tersebut dicampur dengan air, telur, baking powder, dan bumbu pilihan.

Setelah membentuk adonan basa yang homogen yang kemudian dicampur dengan berbagai sayuran yang dipotong dan diparut halus seperti wortel, tauge, kol, dan daun bawang.

Bakwan adalah salah satu jenis makanan jalanan yang paling umum ditemukan di Indonesia. Biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima dan disajikan dengan sambal, sambal kacang, atau cabai segar yang pedas di sampingnya.

Serabi

Serabi, jajanan pasar khas Solo. TEMPO/Suryo Wibowo
Pancake tradisional berukuran kecil ini biasanya diolah dengan tepung beras dan diberi santan atau kelapa parut. Serabi memiliki dua versi manis dan gurih. Sebagai topping umumnya berupa gula, pisang, kacang tumbuk, nangka, taburan cokelat, atau oncom yang difermentasi, sementara tambahan modern juga termasuk daging, sosis, atau es krim.

Serabi ditemukan di seluruh Jawa, tetapi biasanya dikaitkan dengan kota Bandung dan Solo. Camilan ini biasanya ditemani dengan sirup kinca stroberi, durian, atau kelapa, dan terutama dijual sebagai makanan jalanan. Hidangan serupa dapat ditemukan di Thailand, di mana ia menggunakan nama khanom khrok.

Batagor
Salah satu jajanan paling terkenal di Indonesia adalah batagor, pangsit ikan goreng yang disajikan dengan kuah tradisional berbumbu pedas. Ini berakar pada tradisi kuliner Cina, yang telah meninggalkan jejak pada banyak masakan Indonesia. Meskipun kudapan terkenal ini mengingatkan pada pangsit Tiongkok yang lebih terkenal, ciri khasnya adalah digoreng, bukan dikukus.

Hidangan batagor asli Bandung. Foto: @bullyyourbelly

Ikan yang paling umum digunakan untuk membuat hidangan ini adalah tengiri, tetapi tuna, mackerel, dan udang juga bisa digunakan. Kentang, tahu, atau kubis juga kadang ditambahkan ke dalam hidangan. Batagor adalah camilan yang sempurna karena cara penyajiannya. Saat digoreng, siomay dipotong kecil-kecil dan dibubuhi saus yang terbuat dari kacang, kedelai, dan sambal dengan sedikit air jeruk nipis.

Kuliner ini mulai populer sebagai jajanan jalanan pada tahun 1980-an di Bandung, tetapi hari ini dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Karena cepat disiapkan, biasanya dijajakan oleh pedagang kaki lima, tapi juga bisa ditemukan di banyak restoran Indonesia.

Pempek
Pempek adalah kue ikan tradisional asal Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, hingga Bengkulu. yang dibuat dengan daging ikan giling dan tepung tapioka. Asal muasal hidangan ini sebenarnya adalah kota Palembang yang terletak di provinsi Sumatera Selatan. Kisah asal muasal pempek mengatakan bahwa seorang warga tua Palembang sudah bosan dengan ikan goreng atau bakar tradisional, maka ia memikirkan cara inovatif untuk menggiling daging, mencampurnya dengan tepung tapioka, dan menggorengnya agar mendapatkan rasa renyah dan enak, sebagai camilan.

Pempek yang berasal dari Palembang merupakan salah satu makanan tertua di Indonesia, yaitu dari abad ke-16. Makanan itu dihidangkan oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia. (Foto: Instagram Garuda Indonesia)

Dia kemudian biasa berkeliling kota dan menjual pempek ke warga Palembang. Seiring waktu, pempek dikenal sebagai camilan tradisional Indonesia yang lezat. Kue bulat atau persegi panjang ini biasanya dikukus, dan sebelum disajikan digoreng dengan minyak sayur dan dipotong-potong seukuran gigitan. Pempek biasanya dikudap dengan irisan ketimun dan mie, dan wajib disertai dengan saus cukoyang terbuat dari gula merah, cabai dan air asam.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT