Anak Montok, Sehat atau Ada Masalah Kesehatan?
TEMPO.CO | 25/07/2020 10:58
Ilustrasi bayi makan sendiri. Pixabay.com
Ilustrasi bayi makan sendiri. Pixabay.com

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis anak dan endokrinologi, Jose Rizal Latief Batubara, mengungkapkan masih banyak orang tua yang beranggapan anak gemuk itu sehat. Banyak orang tua percaya membuat anak menjadi gendut atau montok akan membuatnya konsentrasi belajar.

“Ada orang tua yang beranggapan, supaya anak tidak sakit dan bisa konsentrasi belajar maka perlu makan sebanyak-banyaknya. Padahal, ini bisa menyebabkan berat badan yang berlebihan pada anak serta menjadi awal terbentuknya penyakit,” tulisnya.

Dia mengungkapkan orang tua perlu bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan anak, terutama pada 10 tahun awal kehidupan. Jose menjelaskan orang tua bisa menjaga kesehatan anak lewat:

-Memantau berat badan anak.
-Menjaga pola makan serta asupan karbohidrat anak.
-Menjadi contoh bagi anak dalam menjalankan gaya hidup yang sehat.

Pim Pressman, Presiden Direktur Philips Indonesia, menuturkan setiap orang penting membentuk kebiasaan hidup sehat dan pola makan seimbang sejak dini. Menurutnya, menjadi sehat dapat dimulai dari rumah.

“Di Philips, kami percaya semua anak memiliki hak untuk bisa tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. Oleh sebab itu, kami terus berusaha memberikan solusi lewat inovasi dan teknologi.” ujarnya.

Philips Indonesia berkomitmen mendukung masyarakat Indonesia di sepanjang rentang kesehatan mulai dari pencegahan penyakit, diagnosa, penanganan, serta perawatan di rumah. Untuk membantu orang tua menyiapkan makanan yang sehat dengan nutrisi seimbang untuk si kecil, Philips menyediakan berbagai solusi peralatan dapur yang dapat mendukung hidup sehat mulai dari air fryer, juicer, food steamer, sampai blender.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT