Dorong Tumbuh Kembang, Pentingnya Contoh dari Sesama Anak
TEMPO.CO | 24/07/2020 20:48
Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Pixabay.com/Mohamed Hassan
Ilustrasi ibu berbicara dengan anak. Pixabay.com/Mohamed Hassan

TEMPO.CO, Jakarta - Meningkatkan tumbuh kembang dan pendidikan anak penting dilakukan semua pihak. Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya mengatakan perusahaannya berkomitmen mendukung program anak sebagai agen perubahan. "Anak-anak ini yang akan menyebarkan dan melanjutkan informasi baik kepada anak-anak lainnya,” kata Rachmat dalam keterangan pers pada 23 Juli 2020.

Salah satu upaya untuk menjadikan anak sebagai contoh baik (role model) bagi rekan-rekannya adalah dengan pemilihan duta anak sehat, duta makanan sehat, dan duta lingkungan sehat terhadap siswa Sekolah Dasar kelas 3, 4, dan 5. Sebagai contoh baik, anak akan dilatih dan didampingi secara intensif selama 9 bulan. Sebagai duta, mereka dilatih menjadi orang yang percaya diri dan diharapkan mampu menginspirasi rekan seusianya agar selalu menjaga kesehatan serta lingkungan di sekitarnya.

Untuk menggali potensi terbaiknya, anak-anak bersama para guru dilibatkan dalam mengikuti sejumlah kegiatan dan kompetisi yang diadakan pada ajang JAPFA for Kids Awards, seperti duta anak sehat, duta makanan sehat, duta lingkungan sehat, menggambar, mengarang, dan manajemen tata kelola sekolah untuk berperan aktif dalam memberikan saran dan solusi inovatif. “Berbagai masukan dan pelatihan selama berjalannya program bertujuan untuk membentuk generasi muda yang paham akan pentingnya gaya hidup sehat, termasuk di dalamnya pentingnya makanan bergizi seimbang. Selain itu, diharapkan kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengasah kecerdasan dan kreativitas anak,” kata Rachmat.

Masalah gizi masih dialami anak-anak Indonesia. Data Badan Pusat Statistik 2019 menyebutkan status gizi balita pada 2019 menunjukkan sebanyak 27,7 persen balita mengalami stunting, 16,3 persen memiliki berat badan di bawah normal (underweight), dan 7,4 persen tergolong kurus (wasting). Sedangkan untuk anak usia 0-17 tahun terdapat 9,9 persen anak yang mengkonsumsi kalori di bawah 1.400 kalori. Dalam hal pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional pada 2018 menyebutkan bahwa rata-rata lama sekolah adalah 8,6 tahun, padahal target yang ditetapkan adalah Wajib Belajar 12 tahun.

Di tahun 2018, JAPFA memperkuat komitmennya melalui program Posyandu Sehat dan Berdaya. Program ini untuk mencegah stunting yang masih banyak dialami anak Indonesia. Melalui pendampingan yang diberikan, diharapkan dapat memperkuat potensi kader Posyandu dalam melaksanakan upaya kampanye kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan anak serta memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, salah satunya kebutuhan protein yang tercukupi.

Protein memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Rata-rata manusia membutuhkan 15 - 20 persen protein dari total kebutuhan gizi per hari. Protein juga membantu perkembangan otak dan pertumbuhan otot pada anak. Kegiatan positif serta memperhatikan asupan makanan sehat yang dilakukan sejak dini berkontribusi menciptakan anak Indonesia yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Hal tersebut turut mendukung target pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030.

Selama hampir 50 tahun, JAPFA melalui produk-produknya terus berperan aktif dalam mendorong konsumsi protein hewani di Indonesia. Anak adalah masa depan penerus bangsa, dan JAPFA berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Sejak 2008, melalui program JAPFA for Kids telah dilakukan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada keseimbangan gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak-anak usia sekolah dasar. Program ini telah menjangkau lebih dari 142,5 ribu anak di 21 provinsi di Indonesia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT