Minyak Zaitun Bahaya untuk Menggoreng, Ini Cara Mengonsumsinya
TEMPO.CO | 19/07/2020 11:15
Ilustrasi minyak zaitun (pixabay.com)
Ilustrasi minyak zaitun (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Minyak zaitun atau olive oil dianggap salah satu minyak yang paling sehat karena kaya akan lemak baik omega 9, 6, dan 3. Sayangnya, minyak ini bisa berubah jadi tidak sehat jika dikonsumsi dengan cara yang salah. 

Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Siloam Semanggi, Samuel Oetoro, mengatakan, banyak orang salah menggunakan olive oil untuk menggoreng. Padahal, kandungan nutrisi olive oil akan menjadi rusak ketika dipanaskan.

“Ikatan rangkap (senyawa kimia dalam minyak tersebut) kalau kena panas akan terlepas menjadi asam lemak trans. Itu yang berbahaya,” kata Samuel saat Instagram Live bersama dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Alvin Setiawan di akun @alvino_georgie pada Sabtu, 18 Juli 2020.

Menurut Samuel, lemak trans sangat berbahaya karena mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Jika lemak ini melekat pada pembuluh darah otak dan jantung maka akan berisiko terkena stroke dan serangan jantung.

Samuel menyarankan konsumsi olive oil dengan cara diminum langsung, dijadikan dressing salad, atau dicampurkan sayur yang dimasak setelah didinginkan.

“Olive oil mengandung asam lemak omega 9 yang bagus untuk tubuh, akan mengendalikan LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik,” kata dia.

Selain itu, minyak ini meningkatkan kerja insulin yang baik untuk mengendalikan gula darah. Artinya, minyak ini baik dikonsumsi untuk mencegah diabetes melitus atau kencing manis.

“Minum olive oil satu sendok makan setiap pagi agar terhindar dari diabetes,” kata dia.

Khusus untuk perempuan, dia menganjurkan minum minyak zaitun secara teratur untuk membuat kulit lebih cerah dan kenyal. Khasiatnya akan lebih terasa saat diminum, bukan dipakai untuk luluran.

Perempuan yang mengidap polycystic ovary syndrome atau PCOS, yaitu gangguan reproduksi perempuan akibat ketidakseimbangan hormon, juga disarankan meminumnya agar hormon insulin lebih aktif.

“Kalau untuk terapi saya sarankan dua sendok makan atau 30 cc setiap hari,” kata dia.

 

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT