Jangan Anggap Remeh Iritasi Mata, Waspadai Efeknya
TEMPO.CO | 14/07/2020 08:35
ilustrasi periksa mata (pixabay.com)
ilustrasi periksa mata (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Iritasi adalah masalah mata yang paling sering kita alami. Saat bagian putih mata memerah dan terasa tak nyaman, kita pun bertanya-tanya apakah perlu ke dokter atau hanya butuh obat tetes.

Mata adalah organ yang bisa sangat mudah memberi tahu pemiliknya bila ada yang tak beres. Faktanya, iritasi mata bisa terjadi karena beberapa hal. Bila melihat mata merah karena iritasi, bisa jadi akibat salah satu dari beberapa penyebab berikut ini.

Sangat disarankan untuk memeriksakan mata ke ahlinya bila tak yakin mampu mengatasinya sendiri. Berikut beberapa penyebab iritasi mata, seperti dilansir Very Well.

Sindrom mata kering
Bila mata terasa kering, perih, atau gatal, tandanya kita sedang mengalami sindrom mata kering. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya produksi dan kualitas air dari kelenjar air mata. Mata kering atau sindrom mata kering itu masalah biasa, terutama bila usia semakin lanjut. Pada usia 65 tahun, kita hanya memproduksi air mata 65 persen lebih sedikit dibanding orang berusia 18 tahun. Tak jarang kekurangan air mata dan pelembab ini membuat penglihatan kabur.

Sakit mata
Disebut juga konjungtivitis akibat peradangan pada konjungtiva, yakni selaput bening yang melindungi bagian putih mata. Gejalanya adalah mata merah. Peradangan menyebabkan pembuluh-pembuluh darah kecil di konjungtiva membengkak atau diameternya bertambah dan menyebabkan bagian putih mata memerah. Sakit mata bisa menular bila disebabkan oleh jamur atau bakteri.

Alergi
Iritasi mata juga bisa disebabkan oleh alergi, yang tak jarang menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Alergi ini juga bisa mempengaruhi penglihatan dan membuat gatal. Untuk mengatasinya, carilah penyebab alergi dan usir dari mata, contohnya serbuk sari bunga atau rumput kering.

Blefaritis
Kondisi ini merupakan peradangan pada tepi kelopak mata yang menyebabkan bagian tersebut jadi terlihat bengkak dan merah. Gejalanya terlihat paling jelas saat bangun tidur, yakni banyaknya kotoran atau belek yang keluar dari mata. Kondisi ini lebih banyak dialami anak-anak, juga orang-orang yang malas menjaga kebersihan mata.

Ulser kornea
Masalah ini (corneal ulcer) akibat ada luka di kornea, biasanya dialami pemakai lensa kontak dan tidak melepasnya waktu tidur. Akibatnya adalah rasa perih, merah, dan sensitif terhadap cahaya.

Trikiasis
Bulu mata rontok dan masuk ke mata atau tumbuh ke arah yang salah, yakni ke dalam mata. Istilah medisnya adalah trikiasis. Kadang bulu matanya halus dan letaknya terlalu tersembunyi sehingga tak terlihat lewat cermin. Meski kecil, bulu mata bisa sangat mengganggu karena rasanya seperti ada duri dalam mata yang membuatnya terus berkedip. Meski kelihatannya sepele, bulu mata juga bisa menyebabkan kerusakan kornea. Untuk mengatasinya tentu saja dengan mengeluarkan bulu mata itu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT