Jangan Emosi, Simak 5 Langkah Mengatasi Anak yang Cengeng
TEMPO.CO | 09/07/2020 21:50
Ilustrasi anak menangis di mobil. businessinsider.com
Ilustrasi anak menangis di mobil. businessinsider.com

TEMPO.CO, Jakarta - Anak, terutama di bawah usia lima tahun, umumnya gampang menangis alias cengeng. Penyebabnya beragam, bisa karena tak dapat berkomunikasi dengan baik, lapar, capek, mencari perhatian, menginginkan sesuatu, merasa tidak nyaman, stres, atau bahkan sakit.

Meski kadang-kadang bikin kesal, sebaiknya jangan sepelekan anak yang sering menangis. Sebab, cengeng bisa menjadi hambatannya dia berkembang dan bergaul di dunia luar. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi kondisi ini, simak tipsnya.

1. Tetap tenang dan jangan terbawa emosi

Hindari terbawa emosi, kesal, dan ingin marah karena reaksi itu bisa jadi disalahartikan oleh anak. Anak bisa saja mengira bahwa ini adalah sebuah ancaman dan tanda bahwa orang tuanya tidak menyayangi anak.

Tenangkan diri secepat mungkin. Tatap matanya dan tanyakan dengan lembut, apa yang membuatnya menangis serta apa yang ia inginkan. Mungkin membutuhkan waktu lama untuk membuat anak mau menjawab dan tidak menangis lagi. Jadi, coba lakukan perlahan hingga anak berhenti menangis.

2. Berikan sentuhan hangat

Ketika anak cengeng, sebaiknya orangtua tidak mengatakan, “Jangan menangis!” atau “Begitu saja kok nangis? Cengeng banget”. Bukannya membuat anak berhenti menangis, kalimat tersebut justru dapat membuat buah hati menangis lebih lama.

Orang tua perlu menatap mata anak, memeluknya dengan erat, dan berbicara dengan intonasi yang lembut. Dengan demikian, anak akan merasa dianggap dan komunikasi yang terjalin pun menjadi dua arah.

3. Hindari memberi apa yang anak inginkan dengan mudah

Memberikan keinginannya belum tentu membuat anak berhenti menangis. Sebaliknya, anak justru melihat bahwa menangis adalah senjata ampuh untuk menarik perhatian orangtua dan mendapatkan apa yang ia mau. Ia bisa memanipulasi dengan cara ini.

Tunjukkan empati kepada anak dengan menyatakan bahwa Anda memahami kekesalannya, tetapi apa yang diinginkan anak tidak dapat dilakukan sekarang. Anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan perhatian orangtua dan apa yang ia inginkan bisa dengan bicara baik-baik, bukan lewat tangisan.

4. Atur waktu istirahat anak

Salah satu alasan anak cengeng adalah karena ia merasa kelelahan akibat kurang tidur ataupun mengerjakan hal-hal tertentu. Jadi, atur waktu istirahat anak agar tidak kelelahan.

5. Berikan perhatian lebih kepada anak

Anak menangis bisa jadi karena merasa kurang diperhatikan. Sebaiknya sisihkan waktu lebih banyak dengan anak untuk bermain atau melakukan hal bersama lainnya.

Apabila cara mengatasi anak cengeng di atas tidak kunjung berhasil menenangkan anak, bahkan mengganggu aktivitas dan bersosialisasi, bisa jadi ia mengalami gangguan emosional dan kognitif. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahui lebih lanjut.

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT