Perayaan HUT RI Bakal Berbeda, Rakyat Dilibatkan Secara Virtual
TEMPO.CO | 06/07/2020 22:02
Penari mementaskan tarian Thengul asal Bojonegoro dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019. Saat tampil, penari akan menampilkan bermacam ekspresi wajah lucu yang
Penari mementaskan tarian Thengul asal Bojonegoro dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019. Saat tampil, penari akan menampilkan bermacam ekspresi wajah lucu yang akan membuat penonton terhibur. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Sebulan lagi, seluruh rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan. Pemerintah secara resmi meluncurkan program "Bulan Kemerdekaan", pada Senin, 6 Juli 2020. Acara tersebut akan menghadirkan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75.

Menurut Sekretaris Negara, Presiden Jokowi sebelumnya telah meminta untuk dirancang HUT ke-75 RI dengan meriah seperti karnaval internasional yang melibatkan sejumlah negara, "Tapi dengan adanya pandemi COVID-19 mengubah semuanya," kata Pratikno.

Saat peluncuran "Bulan Kemerdekaan", Pratikno didampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio di Gedung Utama Kantor Sekretaris Negara. 

Menurut Pratikno, perayaan hari kemerdekaan harus disesuaikan meski tidak mengurangi rasa khidmat menyukuri kemerdekaan dan tetap menunjukkan Indonesia sebagai negara yang besar dan kokoh secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

"Sehingga diputuskan perayaan tahun ini kami lakukan secara sederhana dengan tetap mendorong antusiasme masyarakat yang tinggi. Kreativitas dan inovasi juga tetap dikedepankan hanya saja harus sesuai dengan protokol yang aman Covid-19. Maka nanti akan banyak kegiatan yang sifatnya virtual," kata Pratikno.

Warga mengikuti Upacara Bendera HUT ke-74 Kemerdekaan RI di lembah Gunung Telomoyo, Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 17 Agustus 2019. Upacara tersebut diikuti warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai peternak dan petani dengan petugas upacara berbusana adat Jawa, berbahasa Jawa, dan diiringi musik gamelan. ANTARA

Ia menjelaskan, upacara kenaikan dan penurunan bendera akan tetap dilaksanakan secara khidmat, namun dengan peserta yang terbatas. Termasuk jumlah Paskibraka yang terlibat juga sangat terbatas.

Namun bukan berarti partisipasi masyarakat jadi terbatas. Seluruh rakyat Indonesia diharapkan ikut aktif terlibat dalam upacara terutama secara virtual.

"Kami akan memperkenalkan tradisi baru, ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia menghentikan kegiatan sejenak, berdiri tegak, dan dengan khidmat mengikuti dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Termasuk masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri," kata Pratikno.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, rangkaian kegiatan "Bulan Kemerdekaan" diawali pada awal Juli 2020 dengan peluncuran logo HUT ke-75 RI dan sosialisasi kegiatan penghormatan penaikan bendera.

Seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat berdiri dengan sikap sempurna dan ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak ketika mendengar sirine, dentuman meriam, dan sirine panjang di Istana Negara pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2020.

"Saat upacara penaikan bendera pukul 10.00 akan ada bunyi sirine dan kira-kira pukul 10.15 akan ada bunyi sirine kedua yang panjang, saat itulah diharapkan seluruh masyarakat untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya," kata Wishnutama.

Upacara penaikan dan penurunan bendera nantinya akan disiarkan secara langsung secara serentak di seluruh stasiun televisi nasional, televisi lokal, serta disiarkan secara live streaming di sosial media.

Selain itu, pada 30 menit sebelum upacara penaikan bendera dan 60 menit sebelum upacara penurunan bendera telah disiapkan acara khusus yang menampilkan suguhan seni dan budaya dengan penampilan dari berbagai musisi dan penyanyi.

Di acara tersebut juga akan diisi dengan video tentang peringatan 75 tahun Kemerdekaan RI di tengah pandemi. Bahwa harapan, optimisme, dan rasa cinta tanah air harus semakin menguat meski Indonesia sedang dihadapkan pada kesulitan.

Menparekraf Wishnutama saat peluncuran "Bulan Kemerdekaan", pada Senin, 6 Juli 2020. Dok. Kemenparekraf

Termasuk video sosialisasi mengajak masyarakat untuk tetap berkarya dan beradaptasi dengan kehidupan normal baru.

Dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 Kemerdekaan RI juga akan digelar lomba digital berupa videografi/fotografi dalam mempercantik lingkungan dengan menjaga protokol kesehatan dengan tema "Lingkungan Bersih Indah Sehat Kreatif Untuk Indonesia Kuat".


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT