Tips Tingkatkan Empati di Media Sosial
TEMPO.CO | 04/07/2020 15:35
Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes
Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam dunia digital, banyak interaksi manusia yang dilakukan melalui perangkat mobile dan internet. Walaupun hal tersebut membuat kita dapat berinteraksi secara efisien, dunia digital juga menghilangkan salah satu aspek emosional manusia seperti empati.

Memang lebih mudah bagi kita untuk menyatakan sesuatu di kolom komentar dibandingkan tatap muka secara langsung, dan ada alasan dibalik hal tersebut. Sejak lahir, manusia diajarkan untuk berinteraksi melalui nada suara dan ekspresi wajah. Ketika dua hal tersebut hilang, yang tersisa hanyalah kata-kata dan banyak konteks atau situasi yang terabaikan.

Tantangan kita sebagai bagian dari masyarakat adalah menegaskan kembali kasih sayang, sopan santun, dan kebaikan ke dalam kehidupan online kita. Seringkali kita merasa sedih karena kalimat - kalimat tidak mengenakkan dari akun-akun di platform jejaring sosial.

Namun, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi, dan ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk membantu menyebarkan lebih banyak kebaikan dan hal positif di platform online.

Berikut tipsnya seperti dikutip dari siaran pers Facebook:

  1. Pegang kendali terhadap diri sendiri
    Di dunia nyata, jika seseorang mengajak Anda untuk berbincang namun dengan cara yang tidak sopan, langkah yang biasanya diambil adalah dengan tidak menggubrisnya. Sama halnya di dunia online, jika Anda menemukan orang yang menyebalkan, Anda tak perlu menghiraukannya.

    Anda juga harus menyadari bahwa kata-kata Anda dapat mempengaruhi orang lain. Jika Anda merasakan dorongan atau keinginan untuk menghina seseorang di platform online - tanyakan pada diri Anda sendiri mengapa Anda bisa memiliki perasaan itu, dan apakah orang lain juga memiliki alasan yang sama. Yakinkan diri Anda dahulu bahwa amarah dan rasa benci mereka tak akan mengubah opini Anda, dan begitupun sebaliknya.

    Fokuslah pada pesan-pesan positif yang menunjukkan empati kapanpun dan dimanapun. Sebagai contoh, memberikan ucapan selamat ketika seseorang berhasil meraih prestasi dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka, sama halnya juga seperti ejekan dan hinaan yang dapat membuat mereka sedih.

  2. Cermat dalam mengkurasi timeline media sosial
    Media sosial seperti Facebook memudahkan Anda untuk mengkurasi atau mempersonalisasi kabar beranda (Newsfeed) sesuai keinginan Anda.

    Penting untuk dipahami bahwa meskipun internet memungkinkan untuk berbagi informasi secara cepat, informasi yang biasanya dibagikan hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, jika Anda merasa kewalahan dengan banyaknya berita negatif yang Anda lihat, Anda dapat mulai mengikuti akun-akun yang membagikan berita-berita positif, sehingga Anda tidak merasa terlalu stres karena melihat berita yang buruk.

  3. Rayakan hidup Anda bersama teman dan keluarga
    Seringkali kita membandingkan kehidupan dan segala yang kita miliki dengan orang lain, yang terlihat jauh lebih baik dari kita. Cara termudah untuk membebaskan Anda dari cara berpikir seperti ini adalah berfokus pada diri dan kehidupan yang Anda jalani.

    Carilah hal-hal yang membuat Anda mensyukuri kehidupan ini; hal-hal tersebut akan membuat Anda menghargai apa yang Anda miliki. Tak hanya itu, tengoklah dan berikan perhatian yang tulus kepada teman-teman dan keluarga Anda. Mereka bukan hanya sekedar komponen utama yang dapat memperkaya hidup Anda dan membuat Anda menjadi diri sendiri - hal sederhana seperti menanyakan kabar mereka dapat memberikan perbedaan yang positif bagi kesehatan mental mereka.

    Melatih empati di ranah online merupakan bagian dari program Asah Digital dari Facebook yang menyediakan sumber daya untuk membangun komunitas global yang bertanggung jawab dan memiliki keterampilan yang mumpuni untuk menjadi warga digital yang lebih baik.

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT