Usus Buntu Bisa Mengancam Nyawa, Intip Cara Mencegahnya
TEMPO.CO | 02/07/2020 22:25
Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp
Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp

TEMPO.CO, Jakarta - Radang usus buntu atau apendisitis terjadi pada organ kecil yag ada di ujung usus besar. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya jika ditangani dengan cepat. Tapi jika dibiarkan, usus buntu bisa mengancam nyawa. Tapi, sebelum itu terjadi, Anda bisa mencegah penyakit ini. 

Tidak ada cara khusus mencegah usus buntu, tapi bukan berarti Anda tidak  menghindari risikonya. Sebagian besar kasus usus buntu yang meradang disebabkan oleh penyumbatan, infeksi, dan pembengkakan.

Maka dari itu, ada beberapa cara mencegah usus buntu yang dapat Anda terapkan untuk menurunkan risikonya, seperti berikut ini.

1. Makan makanan berserat

Radang usus buntu dapat disebabkan oleh penumpukan feses yang mengeras (fekalit). Kondisi ini kemungkinan besar terjadi pada orang yang kurang banyak mengonsumsi makanan berserat.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara menunjukkan bahwa 14 dari 19 anak dengan kondisi radang usus buntu akut diketahui jarang mengonsumsi makanan berserat.

Makan makanan berserat dapat membantu menarik lebih banyak air ke usus besar sehingga tekstur feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan oleh tubuh. Serat juga merangsang gerakan usus tetap normal.

2. Minum air putih

Sselain mencegah dehidrasi, minum banyak air putih dapat memaksimalkan kinerja usus dan serat makanan berfungsi dengan baik di usus. Jika minum air putih yang cukup, makanan yang dikonsumsi dapat dengan lancar melewati saluran pencernaan.

3. Mengonsumsi makanan probiotik

Makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt, tempe, atau kimchi dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan tubuh Anda. Secara tidak langsung, ini juga menurunkan kemungkinan terjadinya radang usus buntu.

Jadi, pastikan Anda mencukupi asupan air putih dalam tubuh setiap hari, setidaknya 8 gelas per hari. Selain air putih, Anda juga bisa mendapatkan cairan dari jus buah-buahan atau sup.

Baca: Seblak Bisa Memicu Usus Buntu? Awas Ada Bahaya Lain Mengintai

4. Makan dengan tenang

Menurut studi yang dimuat dalam Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 1 dari 7 kasus usus buntu dapat terjadi akibat adanya penyumbatan biji-biji makanan. Kesimpulan dari studi tersebut menyatakan bahwa cara mencegah usus buntu dapat dilakukan dengan makan secara tenang. Anda dapat mengunyah makanan hingga halus dan biji-biji makanan dapat disingkirkan.

5. Memerhatikan gejala usus buntu

Anda juga perlu meminimalisasi keparahan gejala dan komplikasi usus buntu yang mungkin timbul. Beberapa gejala usus buntu yang umum muncul dari yang ringan hingga parah, yaitu: nyeri di sisi kanan bawah perut, terasa nyeri atau sulit buang air kecil, perut kram, diare atau sembelit, demam, kehilangan nafsu makan, dan tidak bisa membuang gas. Sebelum terlambat, periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala tersebut.

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT