Cinta Belum Tentu Sayang, Ada Peran Hormon, Waktu dan Rindu
TEMPO.CO | 13/06/2020 20:20
Ilustrasi pasangan. Freepik.com
Ilustrasi pasangan. Freepik.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ada perbedaan antara rasa cinta dan sayang. Rasa cinta berarti kumpulan segala emosi terhadap seseorang termasuk rasa sayang. Sedangkan rasa sayang belum tentu disertai rasa cinta.

Perasan yang dialami seseorang ketika mencintai orang lain begitu intens. Baik itu ketika cinta sudah bersambut atau baru menaruh perasaan saja. Mulai dari rasa bahagia, tegang, tertarik secara seksual, dan banyak lagi campuran emosi yang begitu kompleks.

Beberapa perbedaan cinta dan sayang

1. Hormon tak beraturan saat melihat orang yang dicintai

Jangan heran ketika wajah bisa merona merah, tubuh terasa hangat, dan reaksi aneh lainnya muncul meski hanya melihat orang yang dicintai dari kejauhan. Itu adalah reaksi hormonal ketika seseorang mencintai orang lain. Namun perbedaan cinta dan sayang adalah perasaan ini belum tentu muncul bagi orang yang merasa sayang saja.Ini terjadi karena ada peningkatan produksi hormon dopamine dan norepinephrine. Ada rasa tegang, euforia, senang, hingga terangsang. Tentunya karena hormon seksual seperti testosteron dan estrogen juga ikut berperan dalam situasi ini.

2. Terus menerus merindu

Di antara deretan lagu cinta, entah ada berapa banyak yang liriknya bercerita tentang rasa rindu. Ini bukan dibuat-buat karena perbedaan cinta dan sayang adalah orang yang jatuh cinta bisa merasa rindu meskipun baru berpisah beberapa saat saja.Namun terkadang, situasi seperti ini bisa menjadi tidak sehat. Utamanya jika seseorang jadi tak bisa beraktivitas produktif karena terbelenggu rasa rindu. Cari distraksi dan pelampiasan yang positif agar tidak terjebak dalam emosi ini.

3. Prioritaskan waktu

Tidak berlebihan jika menyebut waktu adalah hadiah terbesar yang bisa diberikan seseorang, termasuk pada orang yang dicintainya. Bahkan saat sedang sibuk sekalipun, rasa cinta bisa membuat seseorang tak segan meluangkan waktu demi orang yang dicintainya.Ini sangat normal, bahkan menjadi jawaban mengapa pasangan baru terkadang terkesan lupa dengan teman-teman atau orang di sekitar mereka. Dunia serasa milik berdua, itu kiasan yang tepat untuk menggambarkan perbedaan cinta dan sayang.

4. Mengidolakan sosok yang dicintai

Tak berlebihan jika perbedaan cinta dan sayang adalah membuat orang yang sedang jatuh cinta mengidolakan sosok yang dicintai. Berbeda dengan orang sayang yang masih bisa berpikir objektif. Atau setidaknya, rasa sayang dilandasi empati dan emosi karena sifat tertentu saja.Namun tidak pada orang yang sedang jatuh cinta. Mereka bisa mengidolakan orang yang dicintainya tanpa ampun. Terkadang, hal ini membuat penilaian menjadi subjektif dan tak bisa melihat hal buruk dari pasangan.

5. Opini terbelenggu

Terkadang rasa cinta membuat seseorang terus saja merasa setuju dan menahan opini mereka terutama jika berseberangan dengan orang yang dicintainya. Ini terjadi lagi-lagi karena tidak bisa berpikir objektif dan perasaan yang begitu meluap-luap. Namun berbeda dengan perasaan sayang. Ketika seseorang merasa sayang dan sudah betul-betul mengenal pasangannya, maka tak ada perasaan ragu untuk mengutarakan perbedaan opini. Semua hal bisa dibagi bersama pasangan. Jika ada perbedaan pun yang menyebabkan bertengkar pun, bisa dicari jalan keluarnya. 

Jika melihat perbedaan cinta dan sayang di atas, sebenarnya tidak ada yang salah dan benar dari kedua perasaan itu. Keduanya manusiawi dan bisa dialami siapapun. Bahkan pasangan yang semula dimabuk cinta pun bisa mengalami perubahan perasaan menjadi rasa sayang ketika sudah bersama-sama dalam jangka waktu lama.Ibaratnya, rasa cinta penuh dengan perasaan yang meluap-luap dan penuh euforia. Sementara rasa sayang justru lebih dalam dan bisa terbangun dengan koneksi selama bertahun-tahun.

 

 

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT