Turis Australia-Selandia Baru, Diizinkan Transit di Changi
TEMPO.CO | 11/06/2020 21:28
Singapore Airlines atau SIA mengurangi layanan penerbangan hingga 96 persen, akibat penutupan perbatasan negara-negara yang mereka layani, akibat wabah virus corona. Foto: @singaporeair
Singapore Airlines atau SIA mengurangi layanan penerbangan hingga 96 persen, akibat penutupan perbatasan negara-negara yang mereka layani, akibat wabah virus corona. Foto: @singaporeair

TEMPO.CO, Jakarta - Singapore Airlines (SIA) dan penumpang SilkAir yang terbang dari beberapa kota di Australia dan Selandia Baru, kini diizinkan untuk transit melalui Bandara Changi. Mereka diperbolehkan transit ke tujuan manapun dalam jaringan SIA Group yang saat ini dioperasikan oleh SIA, SilkAir atau Scoot.

Penerbangan transit ini hanya untuk perjalanan keluar dari beberapa kota di Australia dan Selandia Baru, kata SIA dalam pernyataan yang diunggah pada situsnya.

Dinukil dari Business Travellerturis Australia yang diizinkan transit, dari kota Adelaide, Brisbane, Melbourne, Perth (Scoot), dan Sydney. Sementara dari Selandia Baru, berasal dari penerbangan kota Auckland dan Christchurch.

Sementara penumpang, yang menuju kota-kota tersebut tak diperkenankan transit di Bandara Changi, "Pelanggan harus memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan masuk untuk tujuan akhir mereka," kata SIA.

Transit hanya diperbolehkan pada penerbangan antar maskapai dalam SIA Group (Singapore Airlines, SilkAir dan Scoot). Transfer ke dan dari penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai lain “saat ini tidak diizinkan”, tambah SIA.

Dalam pengumumannya, SIA mengatakan penumpang transit dan non-transit akan dipisahkan di Bandara Changi "sesuai dengan persyaratan peraturan".

Ketika penumpang transit melalui Bandara Changi, mereka akan diberikan gelang, yang menunjukkan akses mereka ke area holding transit yang ditunjuk, "Mereka tidak boleh melepas gelang selama mereka berada di area transit," kata SIA.

Menurut maskapai, jika waktu transit kurang dari 75 menit, pelanggan akan diantar langsung ke gerbang keberangkatan mereka, tetapi jika waktu transit lebih dari 75 menit, penumpang akan diantar ke area holding transit yang ditunjuk di terminal keberangkatan mereka --  sebelum naik ke penerbangan pesawat lanjutan mereka.

Pelanggan juga tidak diperbolehkan berhenti di sepanjang jalan, dan harus tetap berada di dalam area holding transit setiap saat, kata SIA.

Fasilitas di area holding transit mencakup WiFi gratis, kios makanan, mesin penjual otomatis, kamar kecil, ruang merokok, dan "sudut tidur sementara".

Anggota PPS Club, suite, penumpang transit kelas satu dan kelas bisnis tidak akan memiliki akses ke SilverKris Lounge (kelas bisnis) di Terminal 3 Bandara Changi “karena persyaratan peraturan”. Mereka akan diundang ke “area tunggu premium” sebagai gantinya di area holding transit, dan makanan dan minuman gratis akan disediakan di area tunggu premium ini, menurut SIA. Semua hotel transit di Bandara Changi ditutup sementara.

Ketika tiba waktunya untuk naik pesawat, penumpang transit akan diantar berkelompok dari area holding transit langsung ke gerbang keberangkatan. Mereka akan diundang untuk naik pesawat terlebih dahulu, diikuti oleh penumpang yang tidak transit.

Petugas memeriksa para penumpang di Bandara Changi, untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. Foto: Roslan Rahman/AFP via Getty Images

SIA mengatakan akan ada zona tempat duduk khusus di atas pesawat ,untuk memisahkan penumpang transit dan non-transit. Penumpang “harus tetap berada di zona yang ditentukan selama penerbangan”.

Setelah tiba, penumpang non-transit akan turun terlebih dahulu diikuti oleh penumpang transit, SIA menambahkan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT