Heboh Telur Ayam Infertil Beredar di Pasar, Ini Cara Mudah Membedakannya
TEMPO.CO | 11/06/2020 12:50
Heboh Telur Ayam Infertil Beredar di Pasar, Ini Cara Mudah Membedakannya
Ilustrasi telur. Sumber: iStock/foxnews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya telur ayam infertil di pasaran. Secara garis besar, itu merupakan jenis telur yang biasanya dibuang lantaran tidak mengandung embrio.

Adapun, pemerintah dalam Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 sudah melarang peredaran telur ayam infertil. Sayangnya, masih banyak oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menjualnya guna meraih keuntungan.

Tentunya, sebagai konsumen Anda tak ingin membelinya. Oleh karena itu, penting untuk cermat sebelum membeli telur ayam agar tidak salah pilih. Situs Local Harvest dan Hobby Farms pun membagikan beberapa tips.

Harga pasti lebih murah
Dibandingkan dengan telur ayam fertil yang umumnya, harga telur ayam infertil jauh lebih murah karena para pedagang hanya ingin mendapat uang daripada membuangnya dengan sia-sia. Di Indonesia harganya berkisar Rp 4.000-7.000 per kilogram sementara telur ayam normal berharga Rp 20.000 per kilogram.

Cepat busuk
Buat yang sudah terlanjur membeli, umumnya telur infertil tidak bisa bertahan lama alias cepat busuk. Biasanya, telur hanya tetap segar di ruangan terbuka tidak lebih dari satu minggu. Sedangkan telur ayam fertil akan aman hingga satu bulan kedepan.

Tidak ada bercak putih pada permukaan kuning telur
Saat akan memasak telur ayam, Anda mungkin akan menemukan bercak putih pada permukaan kuning telur. Bercak putih muncul dan menggambarkan blastodisc atau keping lembaga. Telur ayam infertil tidak memilikinya sehingga warnanya kuning polos.

Mengapung dalam air
Anda bisa mulai bereksperimen dengan air. Cukup siapkan mangkuk dan isi air hangat. Kemudian, masukkan telur. Apabila mengapung, maka telur tersebut mungkin infertil. Sedangkan yang memiliki embrio alias fertil akan tenggelam lantaran volumenya lebih berat.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT